Anthony Joshua Dianggap ‘Habis’ Usai Penampilan Kontroversial, Duel Lawan Tyson Fury Diragukan

Anthony Joshua Dianggap 'Habis' Usai Penampilan Kontroversial, Duel Lawan Tyson Fury Diragukan

Plat Merah – Mantan juara dunia kelas berat Anthony Joshua kembali menjadi sorotan setelah penampilannya yang kontroversial di atas ring. Dalam laga yang digelar di Jeddah Superdome, Arab Saudi, akhir pekan lalu, Anthony Joshua berhasil mengalahkan petinju Albania, Kristian Prenga, melalui knockout di ronde kedua. Namun, kemenangan itu justru menuai kritik tajam karena Anthony Joshua sempat dua kali terjatuh di ronde pertama.

Penampilan Anthony Joshua yang goyah itu memicu reaksi dari berbagai kalangan. Mantan juara dunia kelas berat super, George Groves, dengan tegas menyebut bahwa pertarungan Anthony Joshua dan Tyson Fury adalah ‘iklan terburuk sepanjang sejarah’. Groves menilai bahwa penampilan kedua petinju di akhir pekan lalu sangat mengecewakan. Tyson Fury sendiri sebelumnya mengalahkan Mariusz Wach yang berusia 46 tahun di Thailand, yang digambarkan Groves seperti ‘dua kakek berkelahi di dojo Thailand’.

Kritik juga datang dari legenda tinju Inggris, Duke McKenzie. Ia memohon agar Anthony Joshua pensiun sebelum menghadapi Fury. Menurut McKenzie, penampilan Joshua melawan Prenga sangat ‘mengejutkan’ dan menunjukkan tanda-tanda kemunduran. ‘Yang kami saksikan tadi malam sangat mengejutkan, sungguh menyakitkan untuk ditonton,’ ujar McKenzie kepada Seconds Out. Ia menambahkan bahwa tidak ada yang bisa menyelamatkan Anthony Joshua kecuali ibunya atau Eddie Hearn.

Di sisi lain, mantan juara dunia kelas penjelajah WBO, Johnny Nelson, juga memberikan prediksi baru. Meskipun mengaku sebagai penggemar Anthony Joshua, Nelson kini lebih cenderung memilih Tyson Fury sebagai pemenang jika duel super itu terjadi. ‘Vulnerabilitas yang ditunjukkan Anthony Joshua, terkena pukulan hook kecil dan kemudian terjatuh lagi, itu adalah pukulan alami bagi Tyson Fury,’ kata Nelson kepada Sky Sports. Ia menilai Fury lebih unggul dalam fluiditas dan kemampuan bertinju.

Pertarungan antara Anthony Joshua dan Tyson Fury memang sudah lama dinantikan. Namun, dengan performa yang kurang meyakinkan dari kedua petinju, banyak pihak mulai meragukan apakah duel tersebut masih layak disebut sebagai ‘mega fight’. Bahkan, ada wacana untuk memindahkan lokasi pertarungan ke Amerika Serikat jika kesepakatan tidak tercapai di Inggris.

Dalam laga yang sama, petinju Jerman Simon Zachenhuber juga tampil dalam perebutan gelar juara dunia kelas berat super WBO melawan Hamzah Sheeraz. Meskipun menunjukkan perlawanan sengit, Zachenhuber harus mengakui keunggulan Sheeraz yang menang angka mutlak. Pertarungan tersebut menjadi bagian dari pemanasan sebelum duel utama Anthony Joshua.

Terlepas dari kontroversi, Anthony Joshua tetap optimis. Ia mengaku tidak terlalu khawatir dengan dua kali knockdown yang dialaminya. Namun, para pengamat menilai bahwa jika Anthony Joshua ingin mengalahkan Tyson Fury, ia harus segera memperbaiki pertahanannya dan meningkatkan daya tahan terhadap pukulan.

Dengan berbagai kritik dan keraguan yang muncul, masa depan duel Anthony Joshua vs Tyson Fury masih belum jelas. Banyak pihak berharap pertarungan itu tetap terlaksana demi kebanggaan tinju Inggris, namun performa terkini kedua petinju membuat antusiasme publik meredup.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup