5 Fakta Sanksi Komdis PSSI ke Persija: Dilarang Main di Jakarta, Denda Rp130 Juta

5 Fakta Sanksi Komdis PSSI ke Persija: Dilarang Main di Jakarta, Denda Rp130 Juta

PlatMerah.com, Jakarta – Persija Jakarta menerima sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyusul insiden dalam pertandingan melawan Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu, 12 September 2026. Klub ibu kota dijatuhi larangan menggelar dua laga kandang di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta denda total sebesar Rp130 juta.

Sanksi tersebut merupakan buntut dari sejumlah pelanggaran yang dilakukan suporter dan panitia pelaksana pertandingan Persija. Berikut 5 fakta utama terkait sanksi Komdis PSSI terhadap Persija:

  1. Larangan Menggelar Laga Kandang: Persija dilarang menggelar dua pertandingan kandang di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Larangan ini membuat klub tidak bisa menggunakan stadion-stadion yang biasa menjadi markas mereka, seperti SUGBK, Jakarta International Stadium (JIS), Stadion Patriot, Stadion Pakansari, dan Stadion Wibawa Mukti selama masa sanksi berlaku.
  2. Denda Rp130 Juta: Total denda yang harus dibayar Persija mencapai Rp130 juta. Denda ini berasal dari tiga pelanggaran yang terjadi selama pertandingan melawan Persib.
  3. Pelanggaran Suporter: Komdis mencatat beberapa pelanggaran oleh suporter Persija, Jakmania, seperti penyalaan flare di Tribun Utara pada menit ke-90+3, pelemparan petasan dari Tribun Barat, dan pelemparan botol minuman ke arah pemain Persib. Pelanggaran ini menjadi dasar pemberian denda Rp60 juta dan Rp30 juta.
  4. Kerusuhan Sebelum Pertandingan: Sebelum pertandingan, oknum suporter Persija menyalakan kembang api di hotel tempat Persib menginap, yang termasuk dalam pelanggaran disiplin dan berkontribusi pada denda Rp40 juta serta larangan menggelar pertandingan kandang.
  5. Hak Banding Terbuka: Meski dijatuhi sanksi berat, manajemen Persija memiliki hak untuk mengajukan banding sesuai prosedur resmi Komite Banding PSSI.

Larangan menggelar pertandingan kandang di tiga wilayah tersebut memaksa Persija mencari alternatif venue di luar DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat untuk menjalani pertandingan kandang yang terkena sanksi. Jadwal pertandingan kandang berikutnya yang terdampak adalah saat menjamu Arema FC di pekan keenam Super League 2026/2027.

Komdis PSSI menegaskan bahwa pelanggaran yang terjadi sangat serius dan memberikan peringatan keras agar insiden serupa tidak terulang. Jika terjadi pelanggaran kembali, klub bisa menghadapi hukuman yang lebih berat.

Sanksi ini merupakan bentuk penegakan disiplin yang dilakukan PSSI untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam kompetisi sepak bola nasional, sekaligus memastikan bahwa pertandingan berjalan sesuai aturan yang berlaku tanpa gangguan dari oknum suporter.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup