POC Limbah Dapur Terbukti Tingkatkan Produksi Padi dari 7,3 Ton menjadi 9,1 Ton per Hektare

POC Limbah Dapur Terbukti Tingkatkan Produksi Padi dari 7,3 Ton menjadi 9,1 Ton per Hektare

Plat Merah – Inovasi Pupuk Organik Cair (POC) berbahan limbah dapur berhasil meningkatkan hasil panen padi secara signifikan di Situbondo, Jawa Timur. Produksi padi yang sebelumnya 7,3 ton per hektare kini melonjak menjadi 9,1 ton per hektare.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, memberikan apresiasi tinggi kepada komunitas peduli sampah setempat atas terobosan tersebut. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menekan biaya produksi yang selama ini terbebani harga pupuk kimia yang mahal.

“Saya apresiasi komunitas peduli sampah. Mereka ini ahli di bidang pertanian, sehingga tahu cara mengolah sampah menjadi pupuk yang ekonomis dan berkualitas,” ujar Bupati Rio saat acara Panen Padi Bersama di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, Kamis, 18 Juni 2026.

Bupati Rio mendorong kecamatan lain untuk meniru inovasi ini karena hasilnya sudah terbukti. Ia juga meminta komunitas peduli sampah segera melengkapi izin usaha agar pupuk organik cair ini bisa dipasarkan lebih luas dan memberikan manfaat bagi lebih banyak petani.

“Pesan saya, jangan berhenti sampai di sini, lengkapi izinnya, kerja bareng dengan komunitas lainnya, salah satunya komunitas kampus. Ini kan sudah terbukti, produksi padi naik dari 7,3 ton menjadi 9,1 ton dalam setiap hektare,” tegasnya.

Purwanto, petani yang menjadi motor inovasi POC limbah dapur, mengaku terus melakukan uji coba. Ia menargetkan produksi padi bisa mencapai 12 ton per hektare ke depannya. “Kami terus melakukan percobaan. Mulai dari hasil produksi padi 6 ton per hektare, hingga menjadi 9,1 ton per hektare. Kami akan terus berinovasi sampai produksi padi mencapai 12 ton per hektare,” ungkapnya.

Menurut Purwanto, ide mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair muncul karena banyaknya sampah organik yang terbuang, sementara harga pupuk kimia terus melambung. Dengan POC, sampah teratasi, biaya produksi turun, dan tanaman tumbuh lebih sehat.

Acara panen padi bertema “Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Untuk Pertanian Produktif Berkelanjutan” itu dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, dan Camat Situbondo. Inovasi ini diharapkan menjadi model pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan ekonomis.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup