Unwar Luluskan Mahasiswa lewat Jalur Non‑Skripsi: Inovasi Rekognisi Prestasi Akademik di Era Publikasi Jurnal
Latar Belakang Kebijakan Nasional
Plat Merah – Pada tahun 2025 Pemerintah Indonesia mengeluarkan Permendikbudristek No. 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Kebijakan tersebut secara eksplisit memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk mengadopsi model tugas akhir yang tidak semata-mata berbentuk skripsi tradisional, melainkan dapat berupa karya jurnal, paten, atau produk teknologi yang telah teruji kualitasnya. Tujuan utamanya adalah meningkatkan relevansi riset kampus dengan kebutuhan industri dan mempercepat diseminasi ilmu melalui publikasi yang terakreditasi.
Implementasi di Unwar: Kasus I Wayan Swastika dan Ni Nyoman Ayu Callista Dewi
Universitas Warmadewa (Unwar), khususnya Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Sains Teknologi (FPST), menjadi pelopor penerapan kebijakan tersebut di wilayah Bali. Pada tanggal 27 Juli 2026, dua mahasiswa berhasil menuntaskan studi mereka lewat jalur non‑skripsi.
I Wayan Swastika: Karya Ilmiah Berbasis Kearifan Lokal
- Judul karya: Identitas Keanekaragaman Hayati Tanaman pada Sistem Pemurnian Air (Andongan) di Saluran Irigasi dan Lahan Sawah Subak Sembung Peguyangan
- Fokus penelitian: Mengidentifikasi spesies tanaman yang berperan dalam filtrasi alami pada sistem Subak Bali.
- Prestasi: Meraih penghargaan di tingkat nasional dan internasional, termasuk Best Paper pada Konferensi Agrikultura Asia 2025.
- Relevansi: Menawarkan solusi ramah lingkungan untuk pengelolaan air irigasi, sejalan dengan agenda Green Bali pemerintah daerah.
Ni Nyoman Ayu Callista Dewi: Publikasi di Jurnal Bereputasi
- Judul artikel: Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Krisan
- Jurnal: Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment (AJARCDE), terakreditasi Sinta 2.
- Metodologi: Eksperimen lapangan di tiga wilayah pertanian Bali selama 12 bulan dengan analisis statistik ANOVA.
- Temuan utama: Pupuk kandang jenis kompos dengan dosis 30 ton/ha meningkatkan hasil krisan sebesar 18 % dibandingkan dosis standar.
- Dampak: Membantu petani lokal meningkatkan produktivitas dan profitabilitas tanpa mengorbankan kualitas tanah.
Proses Evaluasi dan Ujian Promosi
Walaupun tidak menulis skripsi konvensional, kedua mahasiswa tetap menjalani serangkaian prosedur akademik yang ketat:
- Verifikasi keabsahan data oleh tim reviewer internal.
- Presentasi hasil riset di depan dewan penguji yang terdiri dari dosen tetap, pakar eksternal, dan perwakilan industri.
- Publikasi atau pengarsipan karya pada repositori digital Unwar sebagai bukti permanen.
- Penilaian akhir berdasarkan kriteria kualitas ilmiah, kontribusi praktis, dan kemampuan komunikatif.
Semua tahapan ini dicatat dalam Berita Akademik Unwar No. 12/2026 dan menjadi acuan bagi mahasiswa lain yang ingin menempuh jalur serupa.
Dampak dan Implikasi
Implementasi jalur non‑skripsi di Unwar menghasilkan efek berantai yang signifikan:
- Bagi mahasiswa: Membuka peluang untuk fokus pada riset terapan, mengurangi beban administratif, dan meningkatkan peluang publikasi internasional.
- Bagi industri pertanian: Memperoleh akses cepat ke inovasi berbasis bukti, seperti teknik filtrasi air Subak dan formulasi pupuk organik yang telah terbukti efektif.
- Bagi pemerintah daerah: Mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air dan peningkatan kesejahteraan petani.
- Bagi perguruan tinggi lain: Menjadi contoh kebijakan yang dapat diadopsi, mempercepat reformasi kurikulum nasional.
Tantangan dan Prospek Kedepan
Walaupun langkah ini mendapat sambutan positif, terdapat tantangan yang perlu diantisipasi:
- Ketersediaan jurnal bereputasi yang dapat menampung volume publikasi meningkat.
- Penguatan kapasitas dosen sebagai pembimbing jurnal, termasuk pelatihan penulisan ilmiah tingkat lanjut.
- Pengawasan kualitas agar tidak terjadi penurunan standar akademik demi kuantitas publikasi.
Ke depan, Unwar berencana memperluas jalur ini ke program studi lain, seperti Teknologi Informasi dan Kesehatan Masyarakat, serta mengintegrasikan platform digital untuk monitoring progres mahasiswa secara real‑time.
Perbandingan Jalur Skripsi Tradisional vs. Jalur Non‑Skripsi
| Aspek | Jalur Skripsi | Jalur Non‑Skripsi |
|---|---|---|
| Bentuk Tugas Akhir | Laporan skripsi 100‑150 halaman | Artikel jurnal atau produk terverifikasi |
| Waktu Penyelesaian | 12‑18 bulan | 9‑12 bulan (tergantung proses review) |
| Evaluasi | Ujian tertulis + promosi skripsi | Review jurnal + presentasi publik |
| Manfaat Utama | Penguasaan metodologi riset akademik | Pengakuan publikasi, akses industri, dampak sosial |
Dengan menempatkan kualitas dan relevansi riset di pusat proses kelulusan, Unwar tidak hanya menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru, melainkan juga menyiapkan lulusan yang siap berkontribusi langsung pada tantangan pertanian modern. Keberhasilan I Wayan Swastika dan Ni Nyoman Ayu Callista Dewi menjadi bukti bahwa fleksibilitas akademik dapat berjalan selaras dengan standar mutu yang ketat, membuka jalan bagi generasi ilmuwan muda Indonesia yang lebih inovatif dan berdaya saing global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












