Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) Tanjungbalai Dorong Partisipasi Orang Tua

Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) Tanjungbalai Dorong Partisipasi Orang Tua

Latar Belakang Gerakan GAMAS di Kota Tanjungbalai

Plat Merah – Pada awal Agustus 2026, Pemerintah Kota Tanjungbalai kembali menegaskan komitmennya terhadap pendidikan anak melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Inisiatif ini merupakan lanjutan dari Surat Edaran Wali Kota Nomor 10406 Tahun 2026 yang sekaligus menyinggung Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR). Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3APM PP dan KB), Irma Suryani Sirait, menegaskan bahwa kehadiran ayah pada hari pertama sekolah dapat menumbuhkan rasa aman, memperkuat ikatan emosional, dan menegaskan peran gender yang lebih seimbang dalam pengasuhan.

Tujuan Strategis GAMAS

  • Meningkatkan partisipasi aktif ayah dalam proses belajar mengajar sejak hari pertama.
  • Membangun rasa percaya diri anak dengan dukungan emosional yang konsisten.
  • Mendorong budaya keluarga yang harmonis, mengurangi stereotip peran tradisional.
  • Menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan kebijakan pendidikan dengan kebijakan kesejahteraan keluarga.

Jadwal Pelaksanaan dan Data Pendukung

TanggalKegiatanLokasiTarget Peserta
1 Agustus 2026Sosialisasi GAMAS melalui media lokal dan pertemuan RTBalai Kota dan Balai RW2.000 ayah
15 Agustus 2026Pelatihan singkat tentang komunikasi efektif dengan anakSekolah Menengah Pertama (SMP) 3 Tanjungbalai500 ayah
22 Agustus 2026Hari pertama sekolah – Ayah mengantar anakSeluruh sekolah dasar di Kota Tanjungbalai5.000 ayah

Kronologi Peluncuran GAMAS

  1. 1 Juli 2026 – Wali Kota menandatangani Surat Edaran No. 10406/2026.
  2. 5 Juli 2026 – DP3APM PP dan KB menyusun materi sosialisasi dan mengadakan rapat koordinasi lintas sektoral.
  3. 10 Juli 2026 – Pengumuman resmi melalui website resmi Pemerintah Kota Tanjungbalai dan stasiun radio lokal.
  4. 15 Juli 2026 – Distribusi poster dan pamflet ke sekolah, posyandu, serta kantor kelurahan.
  5. 22 Agustus 2026 – Pelaksanaan hari pertama sekolah dengan ribuan ayah hadir mengantar anak masing‑masing.

Dampak dan Implikasi Bagi Berbagai Pihak

Untuk Keluarga

Partisipasi ayah pada hari pertama sekolah terbukti meningkatkan rasa keterikatan emosional anak. Menurut survei singkat yang dilakukan oleh DP3APM PP dan KB setelah acara, 87 % anak melaporkan merasa lebih aman dan bersemangat belajar, sementara 78 % ayah mengaku lebih memahami kebutuhan akademik dan sosial anak.

Untuk Sekolah

Guru mencatat penurunan tingkat absensi pada minggu pertama belajar. Sekolah Dasar 01 mencatat penurunan ketidakhadiran sebesar 12 % dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipandang sebagai indikator bahwa kehadiran orang tua dapat memotivasi kehadiran rutin anak.

Untuk Pemerintah Kota

GAMAS menjadi bahan evaluasi kebijakan integratif yang menggabungkan bidang pendidikan, kesejahteraan keluarga, dan pemberdayaan gender. Keberhasilan program dapat menjadi model bagi kota lain di Sumatera Utara, sehingga membuka peluang pendanaan tambahan dari pemerintah provinsi atau kementerian terkait.

Untuk Masyarakat

Dengan menonjolkan peran ayah, gerakan ini mengurangi beban eksklusif pada ibu dalam mengasuh anak. Penelitian longitudinal yang direncanakan Universitas Sumatera Utara akan meneliti korelasi antara partisipasi ayah dan prestasi akademik jangka panjang.

Testimoni Dari Lapangan

“Saya dulu selalu menunggu istri yang mengantar anak, tapi tahun ini saya memutuskan ikut. Anak saya tersenyum lebar ketika melihat saya di gerbang sekolah,” ujar Budi Harto, ayah dari anak kelas 2 SDN 05 Tanjungbalai.

Guru Kelas 3A, Ibu Siti Nurhaliza, menambahkan, “Kehadiran ayah memberi sinyal kuat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Saya melihat peningkatan partisipasi orang tua dalam pertemuan orang tua‑guru setelah GAMAS.”

Langkah Ke Depan

DP3APM PP dan KB berencana memperluas program menjadi GAMAS Plus, yang tidak hanya mencakup hari pertama sekolah tetapi juga kegiatan ekstrakurikuler bulanan, seperti lomba membaca bersama ayah, atau workshop kreatif. Selain itu, akan dibentuk Komunitas Ayah Tanjungbalai yang berfungsi sebagai wadah pertukaran pengalaman dan pendampingan bagi ayah-ayah baru.

Dengan menumbuhkan budaya kehadiran ayah di ranah pendidikan, Kota Tanjungbalai berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi emosional yang kuat. Keberhasilan GAMAS pada tahun 2026 menjadi bukti bahwa kebijakan yang bersifat inklusif dan berbasis pada nilai keluarga dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan, baik bagi anak, orang tua, maupun masyarakat luas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup