Prabowo Siap Investasi Besar Bangun Sekolah Unggulan dengan Kurikulum Internasional

Prabowo Siap Investasi Besar Bangun Sekolah Unggulan dengan Kurikulum Internasional

PlatMerah.com, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto berkomitmen menggelontorkan investasi besar di sektor pendidikan nasional untuk membangun sekolah unggulan dengan standar internasional. Langkah ini bertujuan menyiapkan generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di universitas terbaik dunia serta memperkuat fondasi riset dan inovasi di Indonesia.

Dalam pertemuan bersama 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta pada awal Agustus 2026, Prabowo menegaskan pentingnya memperbaiki fisik sekolah secara menyeluruh serta membangun sekolah unggulan yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB). Kurikulum ini diharapkan dapat menyetarakan standar pendidikan dengan pelajar terbaik dunia.

Investasi Besar untuk Infrastruktur dan Kurikulum

Presiden menyoroti bahwa perbaikan infrastruktur sekolah menjadi prioritas utama, mengingat masih banyak sekolah fisiknya yang memerlukan renovasi. Dengan adanya sekolah unggulan, anak-anak berprestasi dapat diseleksi dan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan di universitas terbaik global. Kurikulum IB dipilih karena standarnya yang diakui secara internasional, sehingga lulusan sekolah tersebut dapat bersaing secara global.

Kerja Sama Internasional untuk Pendidikan Tinggi

Selain pembangunan sekolah unggulan, pemerintah juga akan memperluas kerja sama dengan universitas-universitas kelas dunia melalui skema joint venture dan kerja sama operasional. Strategi ini bertujuan mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia dan membuka peluang mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman pendidikan internasional.

Fokus pada Riset dan Pengembangan

Prabowo mengakui bahwa saat ini investasi Indonesia di bidang riset dan pengembangan (R&D) masih jauh dari ideal. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan anggaran riset sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air.

Kecerdasan dan Keberanian Tidak Bergantung pada Sekolah

Presiden juga menegaskan bahwa kecerdasan dan keberanian seseorang tidak selalu diukur dari sekolah atau universitas yang mereka tempuh. Contohnya adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang berasal dari perguruan tinggi yang tidak terkenal dan bahkan tidak terdaftar di Google. Prabowo menduga keberhasilan Bahlil lebih banyak dipengaruhi oleh didikan orang tua dan mental perjuangan yang dibangun sejak kecil.

Tantangan Pengelolaan Pendidikan di Indonesia

Prabowo membandingkan kondisi pendidikan Indonesia dengan Singapura yang memiliki kualitas lebih baik menurut skor PISA. Namun, ia menekankan bahwa Singapura hanya mengelola satu kota dengan populasi sekitar 5-6 juta jiwa, sedangkan Indonesia harus mengelola 388.000 sekolah yang tersebar hingga ke pulau-pulau terluar dan daerah terpencil. Hal ini menjadi tantangan besar dalam meningkatkan mutu pendidikan secara merata.

Investasi besar di bidang pendidikan dan riset yang dijanjikan Prabowo diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut dan membawa perubahan signifikan bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup