KP2MI Buka Pendaftaran Program SMK Go Global Mulai 12 Agustus 2026
PlatMerah.com, Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi membuka pendaftaran Program SMK Go Global mulai 12 Agustus 2026. Program ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja terampil asal Indonesia untuk bekerja di luar negeri sesuai kebutuhan industri internasional.
Program SMK Go Global dan Pendaftaran
Menteri P2MI Mukhtarudin mengumumkan bahwa pendaftaran program ini akan dibuka secara serentak di 23 satuan kerja Kementerian P2MI yang tersebar di 23 provinsi. Program tersebut dirancang untuk memperkuat keterampilan teknis, bahasa, dan sertifikasi peserta agar memenuhi standar kompetensi negara tujuan penempatan.
Target dan Sasaran Program
Pemerintah menargetkan menyiapkan 500 ribu pekerja migran berketerampilan menengah hingga tinggi pada periode 2026-2029. Target tersebut terdiri dari 300 ribu lulusan SMK dan 200 ribu masyarakat umum dengan latar belakang pendidikan mulai dari SMA, diploma, hingga sarjana.
Peserta program tidak harus memulai dari nol, melainkan dapat mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan (up-skilling) sesuai kompetensi yang sudah dimiliki. Misalnya, peserta dengan keahlian welder akan mendapatkan pelatihan tambahan bahasa dan sertifikasi yang diperlukan.
Kurikulum dan Pelatihan
Pelatihan dalam Program SMK Go Global difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis, kemampuan bahasa, dan sertifikasi yang relevan. Kurikulum yang digunakan tidak terkait dengan kurikulum pendidikan formal di Indonesia, melainkan kurikulum khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja internasional.
Pada 2026, program ini bersifat quick win dengan pelatihan singkat. Pada tahun berikutnya, pelatihan akan diperpanjang hingga 6-7 bulan untuk memungkinkan peserta tanpa latar belakang keterampilan mengikuti pelatihan dari tingkat dasar.
Negara dan Sektor Penempatan
Berdasarkan data Kementerian P2MI, negara tujuan penempatan tenaga kerja dari program ini meliputi Malaysia, Taiwan, Jepang, Hong Kong, Turki, Jerman, Maladewa, serta beberapa negara di Timur Tengah dan Eropa.
Sektor pekerjaan yang dipersiapkan melalui program ini mencakup:
- Caregiver
- Manufaktur, termasuk welder
- Konstruksi
- Transportasi
- Hospitality
- Nurse
- Agrikultur
- Wellness therapist
Pelatihan Berbasis Kebutuhan Pasar
Program SMK Go Global didesain berdasarkan pemetaan kebutuhan pasar kerja di negara tujuan. Pemerintah memetakan permintaan tenaga kerja dan kompetensi yang dibutuhkan sebelum melaksanakan pelatihan agar peserta memiliki kemampuan yang tepat dan sesuai dengan job order yang sudah diverifikasi.
Seluruh proses pelatihan teknis, bahasa, dan sertifikasi diberikan secara gratis dan dibiayai oleh APBN tanpa dipungut biaya oleh peserta.
Kolaborasi Lintas Instansi
Pelaksanaan program ini melibatkan kerja sama lintas kementerian, antara lain Kementerian Pariwisata untuk sektor hospitality, Kementerian Perindustrian untuk sektor manufaktur, dan Kementerian Kesehatan untuk sektor kesehatan. Selain itu, sejumlah perguruan tinggi juga dilibatkan melalui migrant center untuk mendukung persiapan calon pekerja migran.
Target Penempatan Tahun 2026
Tahun 2026, Program SMK Go Global menargetkan penempatan 40 ribu pekerja migran. Target ini akan melengkapi penempatan reguler yang ditargetkan mencapai 350 ribu orang. Hingga awal Agustus 2026, penempatan reguler telah mencapai 217 ribu orang sejak Januari 2026.
Melalui program ini, pemerintah berupaya menggeser penempatan tenaga kerja migran dari yang berkeahlian rendah menuju tenaga kerja dengan keterampilan menengah dan tinggi agar daya saing tenaga kerja Indonesia meningkat di pasar global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













