Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Integrasi STEM dan Nilai Pesantren

Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Integrasi STEM dan Nilai Pesantren

PlatMerah.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya menggabungkan ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) dengan nilai-nilai keislaman yang diajarkan di pesantren. Pernyataan ini disampaikan saat acara penyerahan beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren di Gedung Merah Putih, Semarang, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Integrasi STEM dan Nilai Pesantren

Taj Yasin meminta para penerima beasiswa untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern tanpa meninggalkan tradisi serta nilai keilmuan pesantren. Ia menilai penguasaan teknologi, terutama di era kecerdasan buatan (AI), sangat penting bagi santri agar dapat memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pembelajaran, bukan hanya sekadar mempermudah tugas.

Menurutnya, kemampuan teknologi harus sejalan dengan penguatan keilmuan dan akhlak agar santri tidak kehilangan akar keilmuan pesantren sekaligus mampu memahami perkembangan zaman.

Kontribusi Nyata bagi Pesantren dan Masyarakat

Beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya bertujuan mencetak lulusan dengan kemampuan akademis, tetapi juga agar mereka dapat memberikan kontribusi nyata di pesantren. Taj Yasin mencontohkan kebutuhan pesantren akan tenaga profesional di berbagai bidang seperti medis, pertanian, dan pengelolaan usaha.

Para penerima beasiswa diharapkan mengembangkan keahlian yang bermanfaat bagi dirinya sendiri serta dapat diterapkan di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar. Salah satu komitmen yang harus dipenuhi adalah kesediaan untuk kembali dan berkontribusi pada pesantren yang merekomendasikan mereka.

Perluasan Kerja Sama Pendidikan

Pemprov Jawa Tengah juga memperluas kerja sama pendidikan dengan menandatangani nota kesepahaman bersama 25 Ma’had Ali atau perguruan tinggi berbasis pesantren. Kerja sama ini bertujuan memperluas akses beasiswa dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan perguruan tinggi.

Seleksi penerima beasiswa untuk Ma’had Ali dilakukan dengan melibatkan pihak pesantren secara langsung agar prosesnya lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pesantren.

Peluang Pendidikan di Dalam dan Luar Negeri

Taj Yasin menyampaikan bahwa Pemprov Jateng juga membuka peluang kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi luar negeri, termasuk kampus di Maroko. Sebelumnya, beasiswa juga telah diberikan bagi santri yang menempuh pendidikan di beberapa negara seperti Yaman, Mesir, China, serta perguruan tinggi di Indonesia.

Ia mendorong para santri penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya agar memiliki kompetensi akademik yang kuat sekaligus tetap berpegang pada tradisi keilmuan pesantren.

Makna dan Dampak Beasiswa bagi Santri

  • Meningkatkan kemampuan santri dalam bidang STEM tanpa menghilangkan nilai keislaman pesantren.
  • Mendorong santri untuk berkontribusi nyata di pesantren dan masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
  • Memperluas akses pendidikan melalui kerja sama dengan Ma’had Ali dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
  • Mengembangkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Melalui program beasiswa ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat menciptakan generasi santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengembangkan pesantren dan lingkungan sosial secara berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup