Prabowo Elysee: Kemitraan Strategis Indonesia‑Prancis Meningkat Pesat

Prabowo Elysee: Kemitraan Strategis Indonesia‑Prancis Meningkat Pesat

Plat Merah – Prabowo tiba di Istana Elysee Prancis [titlebase] pada 28 Mei 2026, menandai kunjungan kenegaraan yang penuh harapan bagi hubungan bilateral kedua negara. Kedatangan Presiden Indonesia ini disambut oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron serta Menteri Pertahanan Prancis, Sébastien Lecornu, dalam upacara resmi yang menampilkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Setelah prosesi penyambutan, Prabowo tiba di Istana Elysee Prancis [titlebase] bersama rombongan delegasi yang mencakup Menteri Luar Negeri Sugiono, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, serta beberapa tokoh bisnis dan ilmuwan. Pertemuan inti berlangsung di ruang rapat utama Istana, di mana kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk memperkuat “comprehensive strategic partnership” yang baru saja disepakati.

Prabowo tiba di Istana Elysee Prancis [titlebase] dengan agenda yang meliputi pembahasan kerja sama pertahanan, energi bersih, riset teknologi, serta percepatan pelaksanaan perjanjian Indonesia‑EU‑CEPA. Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi di bidang pertahanan, khususnya setelah kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia, yang dianggap sebagai bukti nyata kedalaman hubungan militer kedua negara.

Macron menyambut positif minat perusahaan Indonesia dan Badan Pengelola Investasi Danantara untuk memperluas investasi di Prancis. Ia menambahkan bahwa delegasi Indonesia dijadwalkan berpartisipasi dalam forum investasi internasional “Choose France” yang akan digelar di Versailles pada minggu berikutnya. Langkah ini diharapkan mempercepat aliran modal dan membuka peluang baru bagi sektor industri, energi terbarukan, serta teknologi tinggi.

Berikut adalah poin‑poin utama yang dibahas selama pertemuan:

  • Kerja sama pertahanan: Penandatanganan nota kesepahaman untuk peningkatan kemampuan militer, termasuk latihan bersama dan transfer teknologi Rafale.
  • Energi bersih: Pengembangan proyek energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan hidrogen hijau, dengan target investasi bersama sebesar US$1,2 miliar dalam lima tahun ke depan.
  • Riset dan teknologi: Pembentukan France‑Indonesia High Level Business Council untuk memfasilitasi kolaborasi antara perusahaan teknologi dan lembaga riset.
  • Ekonomi dan perdagangan: Akselerasi implementasi Indonesia‑EU‑CEPA guna menghapus hambatan tarif dan non‑tarif, serta membuka pasar bagi produk peternakan sapi perah Prancis di Indonesia.

Prabowo tiba di Istana Elysee Prancis [titlebase] juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pertukaran akademik. Ia mengusulkan program beasiswa bersama dan mobilitas mahasiswa teknik serta ilmu lingkungan antara universitas Indonesia dan institusi Prancis.

Presiden Macron menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi Prancis di kawasan Indo‑Pasifik. Ia menambahkan bahwa hubungan ini tidak hanya bersifat bilateral, melainkan berpotensi menjadi model kemitraan multilateral di wilayah Asia‑Eropa.

Secara keseluruhan, kunjungan ini menandai fase baru dalam hubungan Indonesia‑Prancis, dengan fokus pada proyek‑proyek konkret yang dapat menghasilkan dampak ekonomi dan keamanan yang signifikan. Kedua pemimpin berjanji untuk terus memperkuat dialog strategis, memperluas jaringan investasi, serta mempercepat pelaksanaan kesepakatan yang telah disepakati.

Dengan langkah‑langkah ini, diharapkan Indonesia dan Prancis dapat bersama‑sama menghadapi tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup