Pimpinan DPR RI Daftar Jadi Caketum PPK Kosgoro 1957, Sari Yuliati Klaim Kantongi 40 Dukungan

Pimpinan DPR RI Daftar Jadi Caketum PPK Kosgoro 1957, Sari Yuliati Klaim Kantongi 40 Dukungan

Plat MerahJakarta – Pimpinan DPR RI daftar jadi caketum PPK Kosgoro 1957, menarik perhatian publik politik nasional. Wakil Ketua DPR RI yang juga Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Sari Yuliati, resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 periode 2026–2031. Langkah ini diambil menjelang Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 yang digelar pada 5–7 Juni 2026 di Jakarta.

Sari Yuliati mengembalikan formulir pendaftaran pada Kamis (4/6/2026) di Sekretariat Kosgoro 1957. Ia mengklaim telah mengantongi dukungan dari 36 Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) tingkat I dan empat gerakan organisasi bentukan Kosgoro, total 40 dukungan. “Kami telah mengembalikan formulir beserta persyaratannya, sudah ada 40 dukungan, saat Mubes akan diverifikasi,” ujar Sari di Kantor PPK Kosgoro 1957, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Fenomena pimpinan DPR RI daftar jadi caketum PPK Kosgoro 1957 menjadi sorotan karena Sari Yuliati merupakan salah satu figur sentral di Partai Golkar. Selain Sari, calon lain yang juga mendaftar adalah La Ode Safiul Akbar, Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan Profesi DPP Partai Golkar. La Ode menyerahkan berkas pendaftaran pada Jumat (5/6/2026) siang, tepat sebelum penutupan pendaftaran pukul 11.00 WIB.

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang hadir dalam pembukaan Mubes V, berpesan agar kedua calon tetap menjaga kekompakan. “Silakan bertanding, tapi untuk bersanding. Karena tidak ada organisasi yang hebat tanpa ada kekompakan,” kata Bahlil dalam pidatonya, Jumat (5/6/2026). Ia menilai Sari Yuliati dan La Ode Safiul Akbar adalah kader terbaik Kosgoro.

Meski Sari mengklaim dukungan kuat, panitia Mubes mengingatkan bahwa semua berkas masih harus melalui verifikasi dan validasi. Koordinator Bidang Pendaftaran dan Verifikasi, Mascot Siregar, menyatakan bahwa hingga saat ini dua berkas telah diterima. “Kami berharap seluruh kader dan pihak terkait dapat menahan diri serta tidak terjebak dalam opini yang menyesatkan, seolah-olah kemenangan sudah mutlak diraih,” ujar Mascot.

Pimpinan DPR RI daftar jadi caketum PPK Kosgoro 1957 juga menimbulkan dinamika internal. Sari menekankan bahwa Mubes bukan ajang perebutan kekuasaan, melainkan refleksi lima tahunan. “Siapa pun yang menang akan merangkul yang kalah. Kalau ada calon yang lain, yang kalah akan sportif menerima kekalahannya,” tegasnya.

Pada akhirnya, Mubes V yang berlangsung demokratis dan penuh semangat kekeluargaan memutuskan Sari Yuliati sebagai ketua umum secara aklamasi. Penetapan ini terjadi pada Sabtu dini hari, 6 Juni 2026, pukul 04.00 WIB. Ketua Pimpinan Sidang, Lamhot Sinaga, menyerahkan Pataka Kosgoro 1957 kepada Sari sebagai simbol estafet kepemimpinan. Dalam sambutannya, Sari berkomitmen memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan kontribusi Kosgoro bagi bangsa. Langkah pimpinan DPR RI daftar jadi caketum PPK Kosgoro 1957 pun berakhir dengan sukses, menandai era baru bagi organisasi pendiri Partai Golkar ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup