Bukan karena Pernah jadi Timses, Ternyata Alasan ini yang Buat Presiden Prabowo Tunjuk Nanik S. Deyang jadi Kepala BGN
Plat Merah – Jakarta, JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan posisi sebelumnya. Bukan karena pernah jadi timses, ternyata alasan ini yang buat Presiden Prabowo tunjuk Nanik S. Deyang jadi Kepala BGN: kedisiplinan dan ketegasannya dalam menjalankan manajemen serta pengawasan di lingkungan BGN. Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6).
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo sangat menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap program BGN. Nanik dinilai memiliki rekam jejak yang kuat dalam memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai SOP, termasuk menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat. “Kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP, kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat,” ujar Prasetyo.
Bukan karena pernah jadi timses, ternyata alasan ini yang buat Presiden Prabowo tunjuk Nanik S. Deyang jadi Kepala BGN juga didasari oleh pengalamannya sebagai Wakil Kepala BGN selama beberapa bulan terakhir. Prasetyo menambahkan bahwa Presiden meyakini Nanik telah memahami mekanisme kerja dan tantangan yang dihadapi lembaga tersebut. “Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Sehingga, kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional,” ucapnya.
Ketegasan Nanik dalam evaluasi dan monitoring program-program BGN juga menjadi pertimbangan utama. Prasetyo menyebut Nanik sangat strict dan tegas dalam menjalankan tugasnya. Hal ini penting untuk memperkuat tata kelola lembaga yang kini memegang peran strategis dalam program pemenuhan gizi nasional. “Dalam evaluasi dan monitoring, beliau (Nanik) salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas,” ungkapnya.
Penunjukan ini sekaligus menepis anggapan bahwa faktor kedekatan politik atau pernah menjadi tim sukses (timses) menjadi alasan di balik keputusan Presiden. Bukan karena pernah jadi timses, ternyata alasan ini yang buat Presiden Prabowo tunjuk Nanik S. Deyang jadi Kepala BGN, melainkan kompetensi dan integritas yang dimilikinya. Dengan demikian, diharapkan BGN dapat menjalankan program-program gizi nasional secara lebih efektif dan akuntabel.
Keputusan ini juga sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi di lingkungan pemerintahan. Seperti yang terlihat dalam kasus pemberhentian Silmy Karim dari jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) karena ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Prasetyo menegaskan bahwa Presiden berulang kali menyampaikan pentingnya perang melawan korupsi. “Di dalam berbagai kesempatan Beliau (Presiden) berulang kali menyampaikan bahwa salah satu yang harus kita pastikan semuanya adalah kita harus perang melawan korupsi,” ucapnya.
Dengan latar belakang tersebut, penunjukan Nanik S. Deyang diharapkan membawa angin segar bagi BGN. Ia diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan gizi nasional dan memastikan program-program berjalan tepat sasaran. Masyarakat pun menantikan gebrakan baru di bawah kepemimpinan Nanik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











