Wawako Allex Saputra Dorong Peningkatan Program Pendidikan Kesetaraan di Padang
Plat Merah – Padang – Pada Senin, 13 Juli 2026, Wakil Wali Kota Padang, Allex Saputra, melakukan kunjungan lapangan ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Padang Panjang untuk meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kunjungan ini tidak sekadar inspeksi rutin; ia menjadi momentum strategis bagi Allex untuk menekankan pentingnya memperkuat Pendidikan Kesetaraan melalui inovasi program dan kolaborasi lintas sektor. Bersama Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan, PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sofyeni, serta Kepala Satuan Pendidikan Nonformal SKB, Wahyuda Sari, Allex menggarap agenda yang menyingkap tantangan, peluang, dan implikasi kebijakan pendidikan nonformal di tingkat regional.
Latar Belakang Pendidikan Kesetaraan di Padang
Pendidikan Kesetaraan di Indonesia berakar pada upaya pemerintah mengakomodasi kelompok marginal—seperti pekerja informal, penyandang disabilitas, dan warga desa terpencil—yang tidak dapat mengikuti jalur pendidikan formal konvensional. Di Padang, SKB berperan sebagai garda terdepan, menyediakan jalur alternatif melalui program belajar mengajar yang fleksibel, kurikulum berbasis kecakapan hidup, serta sertifikasi yang diakui secara regional.
Statistik Kunci SKB Padang Panjang (2024‑2025)
| Tahun | Peserta Aktif | Program Utama | Lulusan Bersertifikat |
|---|---|---|---|
| 2024 | 1.850 | Kesetaraan, Kecakapan Hidup, Kewirausahaan | 1.420 |
| 2025 | 2.210 | Kesetaraan, Digital Literacy, Kewirausahaan Sosial | 1.890 |
Kronologi Kunjungan dan Dialog Strategis
- 08.00 – Allex dan rombongan tiba di SKB, disambut oleh kepala unit Wahyuda Sari.
- 08.30 – Observasi kelas MPLS; guru memperagakan metode pembelajaran berbasis proyek.
- 09.30 – Diskusi panel dengan guru, peserta didik, dan perwakilan Islamic Centre Padang Panjang.
- 10.30 – Peninjauan fasilitas laboratorium komputer dan ruang keterampilan.
- 11.15 – Penyampaian arahan oleh Allex mengenai inovasi kurikulum dan kolaborasi lintas sektor.
- 12.00 – Penutup dan foto bersama.
Poin-Poin Utama yang Ditekankan Allex Saputra
- Penguatan kualitas pembelajaran: Penggunaan pendekatan berbasis proyek, penilaian formatif, dan integrasi teknologi digital.
- Inovasi program: Penambahan modul literasi digital, kewirausahaan sosial, dan pelatihan soft skill seperti kepemimpinan.
- Perluasan jangkauan layanan: Menyasar desa-desa pinggiran, komunitas nelayan, serta kelompok marginal lainnya.
- Kolaborasi lintas sektor: Kemitraan dengan Islamic Centre Padang Panjang untuk menanamkan nilai akhlak, serta sinergi dengan OPD terkait dalam penyediaan beasiswa dan fasilitas.
- Pemberdayaan tenaga pendidik: Pelatihan berkelanjutan bagi guru nonformal, termasuk sertifikasi kompetensi.
Analisis Dampak Potensial
Jika rekomendasi Allex diimplementasikan secara konsisten, sejumlah dampak positif dapat terwujud:
- Masyarakat: Peningkatan akses pendidikan akan menurunkan angka putus sekolah, memperluas peluang kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
- Pemerintah daerah: Data lulusan SKB yang terakreditasi dapat memperkuat indikator pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada RPJMD 2025‑2030.
- Industri lokal: Lulusan dengan keterampilan digital dan kewirausahaan siap mengisi posisi entry‑level di sektor UMKM, pariwisata, dan logistik.
- Institusi keagamaan: Kolaborasi dengan Islamic Centre menambah dimensi karakter dan akhlak, yang berpotensi menurunkan angka kenakalan remaja.
Implikasi Kebijakan dan Rencana Tindak Lanjut
Berbekal temuan lapangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berencana menyusun Roadmap Pendidikan Kesetaraan 2026‑2029 yang mencakup tiga pilar utama: inovasi kurikulum, jaringan kemitraan, dan pembiayaan berkelanjutan. Anggaran tambahan diproyeksikan sebesar 15 % dari APBD pendidikan, dengan alokasi khusus untuk infrastruktur ICT dan pelatihan guru.
Selain itu, akan dibentuk forum koordinasi bulanan yang melibatkan perwakilan SKB, Islamic Centre, kelurahan, serta OPD terkait. Forum ini bertugas memantau progres, mengidentifikasi hambatan, dan merumuskan solusi cepat.
Suara Dari Lapangan
Guru senior SKB, Ibu Rina, menyatakan, “Dukungan dari Wawako memberi energi baru. Kami kini lebih berani mengintegrasikan teknologi dan menambah modul karakter. Harapannya, lulusan tidak hanya pintar, tapi juga berintegritas.” Sementara itu, peserta didik tahun kedua, Ahmad Fauzi, mengaku, “Program ini membantu saya menguasai komputer dan membuka peluang kerja di bidang digital marketing. Saya juga belajar nilai kejujuran dari program bersama Islamic Centre.”
Prospek Jangka Panjang
Dengan penekanan pada Pendidikan Kesetaraan, Padang dapat menjadi contoh regional dalam menyiapkan tenaga kerja yang adaptif terhadap revolusi industri 4.0. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, lembaga nonformal, komunitas keagamaan, dan sektor swasta. Jika semua pihak berkomitmen, SKB tidak hanya menjadi lembaga pembelajaran, melainkan ekosistem pemberdayaan yang menggerakkan transformasi sosial‑ekonomi secara berkelanjutan.
Allex Saputra menutup kunjungan dengan harapan bahwa setiap warga Padang, tanpa memandang latar belakang, dapat merasakan manfaat pendidikan yang setara, berkualitas, dan berkarakter. Ia menegaskan, “Pendidikan Kesetaraan bukan sekadar akses, melainkan jaminan bahwa setiap individu memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.”
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













