Pemkab Jember Kukuhkan Forum Ponpes dan Guru Ngaji: Kolaborasi Strategis untuk Pembangunan Inklusif
Plat Merah – Kabupaten Jember, 23 Juni 2026 – Langkah monumental diambil oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dengan pengukuhan Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Forum Komunikasi Guru Ngaji se-Kabupaten Jember. Acara yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha pada 23 Juni 2026 (waktu setempat) ini tidak sekadar formalitas birokrasi, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan. Forum ini diharapkan menjadi wadah koordinasi yang efektif, mengingat pesantren dan guru ngaji memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter masyarakat Jawa Timur bagian timur.
Latar Belakang Inisiatif
Keputusan Pemkab Jember ini didasari oleh realitas bahwa 82% dari 2.245 desa di wilayah tersebut memiliki minimal satu pondok pesantren. Dalam konteks nasional, Jember menempati urutan ke-5 di Jatim dalam jumlah pesantren formal (234 pesantren) dan non-formal (487 lembaga pendidikan Islam). Bupati Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, mengungkapkan bahwa langkah ini adalah jawaban atas permintaan masyarakat yang menginginkan forum resmi untuk menyuarakan aspirasi pesantren.
Struktur dan Mekanisme Forum
Forum ini terdiri dari 23 anggota inti, termasuk perwakilan dari 88 pondok pesantren dan 145 guru ngaji. Struktur organisasi meliputi:
| Komponen | Jumlah | Ketua |
|---|---|---|
| Forum Ponpes | 15 orang | K.H. Abdul Malik (Ponpes Al-Fikri) |
| Forum Guru Ngaji | 8 orang | Ustadz Rizky Irfan (MWCNU Jember) |
| Komite Penghubung | 5 orang | Drs. H. Suyitno (Dinas Pendidikan Agama) |
Program Strategis dan Dampak yang Diharapkan
Pemkab Jember telah menyusun paket program berbasis data yang dirancang bersama dengan stakeholder. Program unggulan meliputi:
- Pelatihan Keterampilan Santri: 2.000 santri akan mengikuti pelatihan digital marketing dan manajemen usaha mikro.
- Pemberdayaan Ekonomi: Bantuan modal usaha senilai Rp1,5 miliar untuk 150 unit usaha kecil pesantren.
- Program PMI Legal: Pemrosesan dokumen keimigrasian untuk 300 peserta program kerja luar negeri.
“Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi pusat pembentukan SDM unggul,” kata Gus Fawait saat sambutan. Ia mencontohkan bahwa di Kabupaten Tulungagung, 65% alumni pesantren yang mengikuti pelatihan ketenagakerjaan berhasil menembus pasar kerja Jepang.
Analisis Dampak
Inisiatif ini diharapkan menghasilkan dampak multidimensi:
- Ekonomi: Meningkatkan kontribusi sektor ekonomi pesantren dari 7% menjadi 12% pada 2028.
- Sosial: Mengurangi angka putus sekolah santri dari 15% menjadi 5% dalam 3 tahun.
- Politik: Membangun jaringan informasi yang melibatkan 90% pesantren dalam proses pengambilan kebijakan.
Tantangan dan Peluang
Salah satu tantangan utama adalah harmonisasi antara nilai-nilai pesantren tradisional dengan program pemerintah modern. Sebagai contoh, beberapa pesantren khawatir pelatihan digital akan mengurangi fokus studi keagamaan. Namun, Gus Fawait menegaskan bahwa program ini mengadopsi pendekatan islamic innovation, mengintegrasikan nilai-nilai syariah dalam keterampilan teknis.
Koordinator Forum Ponpes, K.H. Abdul Malik, optimis dengan kerja sama ini: “Kami telah melihat model sukses di Yogyakarta, di mana pesantren menjadi pusat inovasi. Jember harus menjadi Kabupaten Islam yang mengedepankan pendidikan karakter plus keterampilan modern.”
Analisis dari Lembaga Penelitian PTA Kemenag menunjukkan bahwa Kabupaten dengan forum serupa (seperti Malang dan Banyuwangi) mengalami peningkatan indeks pembangunan manusia sebesar 18% dalam 5 tahun terakhir.
Langkah Pemkab Jember ini menggambarkan tren nasional di mana pemerintah daerah semakin sadar akan peran pesantren sebagai stakeholder strategis. Seperti diungkapkan oleh Direktur Lembaga Studi Pesantren UIN Jakarta, Prof. Dr. H. Ahmad Muflih, “Inisiatif ini adalah langkah penting dalam membangun negara yang menghargai keberagaman namun tetap memiliki fondasi nilai yang kokoh.”
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












