Trump Tahan Dana Iran, Kesepakatan Nuklir Masih Buntu: Negosiasi di Ujung Tanduk
Plat Merah – Washington, DC – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden Donald Trump menegaskan akan menahan dana Iran hingga kesepakatan nuklir tercapai sepenuhnya. Trump tahan dana Iran, kesepakatan nuklir masih buntu menjadi sorotan utama dalam perundingan yang tak kunjung menunjukkan titik terang. Meskipun Trump mengklaim negosiasi berada di tahap akhir, kebuntuan masih terlihat jelas, terutama terkait pencairan aset Iran yang dibekukan.
Trump Tahan Dana Iran, Kesepakatan Nuklir Masih Buntu: Klaim Optimistis di Tengah Ketidakpastian
Dalam wawancara dengan NBC, Trump menolak mencabut sanksi atau melepas aset Iran sebelum kesepakatan final. “Jika mereka berperilaku baik, kita mulai berbicara,” ujarnya. Sikap ini kontras dengan permintaan Iran yang menginginkan pencairan bertahap sebesar 12-24 miliar dolar AS sebagai bentuk kepercayaan. Trump tahan dana Iran, kesepakatan nuklir masih buntu menjadi hambatan utama, sementara Iran menuding AS tidak serius.
Di sisi lain, Trump tetap optimistis kesepakatan dapat ditandatangani dalam dua hingga tiga hari. Ia menyebut Iran telah menerima prinsip untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, namun masih ada perbedaan soal celah teknologi. “Kami sangat dekat dengan kesepakatan yang sangat baik dan kuat,” katanya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan Trump tahan dana Iran, kesepakatan nuklir masih buntu karena Iran menganggap pencairan aset sebagai ujian kepercayaan.
Tekanan AS dan Respons Iran
AS juga mempertimbangkan menggunakan dana sitaan Iran untuk membantu sekutu di Teluk yang terdampak konflik. Menteri Keuangan Scott Bessent tengah menghitung kerugian akibat tindakan Teheran. Sementara itu, penasihat militer Iran, Mohsen Rezaei, mendesak Trump mencari jalan keluar dari kebekuan. “Pelepasan dana dapat menjadi ujian kepercayaan bagi AS,” katanya.
Ketegangan semakin rumit dengan pernyataan Trump bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus menerima kesepakatan apa pun yang dicapai AS-Iran. “Saya yang menentukan segalanya,” tegas Trump. Netanyahu sebelumnya mendorong respons keras terhadap Iran, namun Trump mengklaim telah mencegah serangan balasan Israel.
Protes Dalam Negeri Iran
Di tengah negosiasi yang alot, Iran menghadapi gelombang protes dari siswa dan mahasiswa di 20 kota. Mereka menolak kebijakan pendidikan baru, termasuk perubahan sistem ujian masuk universitas dan program makan bergizi gratis yang menyebabkan 75 mahasiswa keracunan. Pemerintah Iran, yang fokus pada perundingan dengan AS, dinilai mengabaikan tuntutan rakyat.
Protes ini menambah tekanan pada rezim yang tengah berupaya mencapai kesepakatan dengan AS. Namun, Trump tahan dana Iran, kesepakatan nuklir masih buntu tampaknya menjadi prioritas utama kedua belah pihak, sementara isu domestik terpinggirkan.
Kesimpulan
Kebuntuan negosiasi nuklir AS-Iran menunjukkan bahwa kepercayaan masih menjadi masalah utama. Trump tahan dana Iran, kesepakatan nuklir masih buntu, dan belum ada tanda-tanda kompromi. Dengan batas waktu yang ketat dan ancaman militer di udara, dunia menanti apakah diplomasi akan membuahkan hasil atau konflik kembali pecah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










