Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang Rampung, Layani 2,1 Juta Penumpang Semester I 2026
PlatMerah.com, Semarang – Revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang resmi rampung. Pembenahan bangunan cagar budaya yang telah berusia 112 tahun ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan tanpa menghilangkan karakter arsitektur aslinya. Pada semester pertama 2026, stasiun ini telah melayani 2.152.894 aktivitas penumpang naik dan turun, dengan rata-rata 34 perjalanan kereta api per hari.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyatakan revitalisasi berlangsung selama 330 hari. Prosesnya meliputi pengembalian elemen bangunan berdasarkan dokumentasi historis, seperti fasad, hall utama, sisi barat dan timur, serta berbagai ornamen khas stasiun. “Bangunan yang telah berusia 112 tahun ini dapat terus dijaga kelestarian dan jejak sejarahnya,” ujar Bobby dalam keterangan resmi, Kamis (30/7).
Peningkatan Kapasitas dan Konektivitas
Sepanjang tahun 2025, Stasiun Semarang Tawang mencatat 3.862.127 aktivitas penumpang. Angka ini menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jawa Tengah. Revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus memperkuat konektivitas antarkota. Kereta dari stasiun ini melayani berbagai tujuan, antara lain Jakarta, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.
Lokasi Stasiun Semarang Tawang yang berdampingan dengan Kawasan Kota Lama juga menjadikannya pintu masuk utama wisata sejarah di Kota Semarang.
Peresmian oleh Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto meresmikan hasil revitalisasi tersebut pada Kamis (30/7). Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa pelestarian Stasiun Semarang Tawang merupakan bagian dari upaya menjaga identitas dan sejarah bangsa, sekaligus memastikan infrastruktur transportasi terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya KAI
KAI menyebut revitalisasi Stasiun Semarang Tawang merupakan bagian dari program penataan bangunan cagar budaya yang tengah dijalankan perusahaan. Dari lebih dari 600 bangunan cagar budaya yang dikelola, sebanyak 120 bangunan masuk program revitalisasi dan beautifikasi, termasuk Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Tanjung Priok, dan Stasiun Bogor.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













