Elektabilitas Anies Baswedan di Survei SMRC: Peringkat Ketiga dengan 8,2 Persen
PlatMerah.com, Jakarta – Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada akhir Juli 2026 menempatkan Anies Baswedan di peringkat ketiga elektabilitas calon presiden dengan dukungan 8,2 persen. Hasil ini menempatkannya di bawah Dedi Mulyadi (35 persen) dan Presiden Prabowo Subianto (14,5 persen).
Survei SMRC dilakukan pada 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia. Dalam simulasi semi terbuka 20 nama capres, Anies Baswedan berada di posisi ketiga setelah Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto. Posisi keempat ditempati Gibran Rakabuming Raka dengan 7,7 persen, disusul Agus Harimurti Yudhoyono (4,9 persen), Ganjar Pranowo (4,2 persen), dan Mahfud MD (4 persen).
Konteks Elektabilitas Anies Baswedan
Elektabilitas Anies Baswedan yang berada di angka 8,2 persen menunjukkan ia masih menjadi figur yang diperhitungkan dalam peta persaingan menuju Pemilihan Presiden 2029. Meski demikian, jarak elektabilitasnya dengan dua nama teratas masih cukup lebar, yakni sekitar 27 poin dari Dedi Mulyadi dan 6 poin dari Prabowo Subianto.
Hubungan dengan Pemeriksaan KPK terhadap Geisz Chalifah
Di tengah dinamika elektabilitas, nama Anies Baswedan juga muncul dalam pemberitaan terkait pemeriksaan KPK terhadap Geisz Chalifah, orang dekatnya. Geisz diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi batu bara di Kutai Kartanegara pada 29 Juli 2026. Namun, KPK belum merinci keterkaitan Geisz dengan perkara tersebut. Geisz sendiri menjelaskan bahwa pemeriksaan terkait transaksi jual beli rumah yang dilakukannya pada 2014 dengan seseorang yang kini menjadi tersangka.
Hubungan Geisz dan Anies bukanlah relasi politik instan, melainkan persahabatan sejak sebelum Anies menjabat Rektor Universitas Paramadina. Geisz dikenal vokal membela kebijakan Anies dan pernah diangkat sebagai Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk pada 2018.
Survei SMRC: Penurunan Kepuasan Publik dan Elektabilitas Partai
Survei SMRC juga mencatat penurunan signifikan approval rating Presiden Prabowo Subianto menjadi 51,1 persen, turun 30,1 persen dari November 2025 yang mencapai 81,2 persen. Penurunan ini terjadi seiring memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum. Sebanyak 49,4 persen responden menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk atau sangat buruk, meningkat tajam dari 22,7 persen pada November 2025.
Sementara itu, elektabilitas Partai Gerindra justru memuncaki survei dengan 16,9 persen, menggeser PDIP yang berada di angka 11,7 persen. Namun, capaian Gerindra ini menurun drastis dari 29,3 persen pada awal 2026. Penurunan elektabilitas partai penguasa diduga terkait dengan rendahnya kepuasan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













