Taiwan Uji Coba Tembakkan Rudal HIMARS Buatan AS ke Arah Daratan Tiongkok dalam Latihan Perang Realistis

Taiwan Uji Coba Tembakkan Rudal HIMARS Buatan AS ke Arah Daratan Tiongkok dalam Latihan Perang Realistis

Plat Merah – Taiwan uji coba tembakkan rudal HIMARS buatan AS ke arah daratan Tiongkok dalam latihan militer besar-besaran yang digelar pada Selasa dan Rabu (9-10 Juni 2026) di sepanjang garis pantai barat Taiwan. Latihan ini merupakan yang pertama kalinya Taiwan menggunakan sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS) buatan Amerika Serikat untuk menembak ke arah Selat Taiwan, mensimulasikan pertahanan terhadap invasi dari daratan Tiongkok.

Dalam latihan yang berlangsung di sekitar kota Taichung, Taiwan tengah, militer Taiwan menembakkan puluhan roket HIMARS ke arah daratan Tiongkok sebagai bagian dari skenario pertahanan pantai. Selain HIMARS, mereka juga mengerahkan sistem roket Thunderbolt-2000 buatan dalam negeri, howitzer Paladin buatan AS, dan rudal anti-tank berpemandu. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelatihan berorientasi tempur, dengan semboyan “di mana pun adalah medan perang, dan pelatihan berlangsung terus-menerus”.

Taiwan uji coba tembakkan rudal HIMARS buatan AS ke arah daratan Tiongkok di sepanjang “pantai merah”, yaitu daerah pesisir sepanjang 12 mil yang dianggap sebagai lokasi pendaratan paling mungkin bagi pasukan invasi Tiongkok. Komandan artileri Ong Yih-ming menjelaskan bahwa latihan kali ini jauh lebih realistis dibandingkan sebelumnya, meninggalkan pola latihan lama yang lebih bersifat seremonial. Delapan titik tembak beroperasi serentak, meluncurkan roket, menghantam sasaran dengan howitzer, dan mengarahkan rudal antitank ke target imajiner berupa pasukan amfibi yang hendak mendarat.

Meskipun Taiwan telah menguji coba sistem HIMARS sebelumnya, pengujian tersebut hanya dilakukan dari pangkalan militer di pantai tenggara dengan roket ditembakkan ke Samudra Pasifik. Namun, dalam latihan kali ini, Taiwan uji coba tembakkan rudal HIMARS buatan AS ke arah daratan Tiongkok secara langsung, menunjukkan keseriusan Taipei dalam mempertahankan diri. Tiga puluh dua roket yang diuji pada Rabu hanya memiliki jangkauan maksimum sekitar 9 mil (14,4 km), tetapi Taiwan diketahui memiliki amunisi jarak jauh yang mampu mencapai daratan Tiongkok.

Latihan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan. Tiongkok secara rutin menggelar operasi militer di sekitar Taiwan, dan Taiwan sebagai respons terus memperkuat kemampuan pertahanannya. HIMARS dianggap sebagai salah satu sistem terpenting dalam persenjataan Taiwan dan akan sangat vital dalam menghadapi potensi serangan Tiongkok. Dengan latihan ini, Taiwan menunjukkan kesiapannya untuk mempertahankan diri dari ancaman invasi.

Kesimpulannya, Taiwan uji coba tembakkan rudal HIMARS buatan AS ke arah daratan Tiongkok merupakan langkah signifikan dalam doktrin pertahanan Taiwan. Latihan realistis ini tidak hanya meningkatkan kesiapan tempur, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat kepada Tiongkok bahwa Taiwan bertekad mempertahankan kedaulatannya. Dengan dukungan sistem persenjataan canggih dari AS, Taiwan terus memperkuat pertahanan di tengah dinamika keamanan regional yang semakin kompleks.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup