Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalin Situasional saat Zikir Kebangsaan di Monas

Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalin Situasional saat Zikir Kebangsaan di Monas

PlatMerah.com, Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar kawasan Monas, Jakarta Pusat, saat pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI. Kegiatan yang diperkirakan dihadiri sekitar 100 ribu peserta ini akan terpusat di Tugu Monas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengalihan arus maupun penutupan jalan di sekitar lokasi. Namun, pihaknya akan terus memantau situasi dan akan memberlakukan rekayasa lalu lintas apabila kepadatan meningkat.

Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Budi menjelaskan, rekayasa lalu lintas bersifat situasional dan akan dilakukan apabila eskalasi kepadatan arus lalu lintas meningkat. “Sejauh ini kita melihat bahwa pengalihan arus lalu lintas ataupun penutupan jalur itu situasional, belum dilakukan. Apabila nanti sudah eskalasi kepadatan arus lalu lintas meningkat, akan ada rekayasa-rekayasa dan itu akan selalu kami update kepada teman-teman dan masyarakat,” kata Budi kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8).

Meski kegiatan terpusat di Tugu Monas, kawasan sekitar Monas tetap dibuka bagi masyarakat umum yang ingin menjalankan aktivitas lainnya. “Jadi kegiatan sekitar Monas itu tetap terbuka bagi masyarakat umum. Nah, terpusat untuk doa dan zikir itu ada di Tugu Monas,” ujarnya.

Antisipasi Kepadatan dan Parkir

Untuk mengantisipasi kepadatan, petugas pengelolaan parkir dan pengamanan telah diatur sejak pukul 10.00 WIB. Polisi juga mengantisipasi kemungkinan keterlambatan bus yang datang dari luar DKI Jakarta. “Untuk kapasitas tampung itu sudah diperhitungkan termasuk tadi kami sampaikan kami ulangi kembali, petugas pengelolaan parkir termasuk petugas pengamanan sudah insert dari pukul 10,” kata Budi.

Polda Metro Jaya bersama Direktorat Lalu Lintas dan Biro Operasi telah menyiapkan 22 kantong parkir di sejumlah lokasi dengan kapasitas 1.450 bus, 3.680 mobil, dan 50 sepeda motor. Sejumlah kantong parkir tersebut berada di kawasan sekitar Jakarta Pusat, antara lain Gedung Pertamina Lama, Galeri Nasional, Merdeka Timur, Stasiun Gambir, Masjid Istiqlal, Lapangan Banteng, Jalan Benyamin Sueb, JIExpo Kemayoran, kawasan IRTI Monas, hingga Silang Monas.

Imbauan untuk Masyarakat

Budi mengingatkan masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di kawasan kegiatan untuk mempertimbangkan jalur alternatif. Ia juga meminta masyarakat yang hadir untuk datang lebih awal dan mematuhi arahan petugas. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam beberapa kegiatan agenda masyarakat untuk bisa hadir lebih cepat, mematuhi peraturan lalu lintas,” ucapnya.

Ia menambahkan, kepadatan di sejumlah simpul utama seperti Sudirman, Semanggi, Bundaran HI, dan Patung Kuda dapat berdampak terhadap arus lalu lintas di jalan arteri lainnya. “Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di wilayah-wilayah yang kami imbau tadi dapat untuk menggunakan jalur alternatif lainnya karena beberapa titik kegiatan ini pasti adanya peningkatan arus lalu lintas dan kepadatan jumlah kendaraan,” tutur Budi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup