Gus Yahya Siapkan LPJ Hampir 1.000 Halaman dan Harapkan Presiden Prabowo Buka Muktamar NU 2031
PlatMerah.com, Jombang – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya telah menyiapkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode 2021-2026 yang akan disampaikan dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). LPJ tersebut memiliki ketebalan hampir 1.000 halaman yang mencerminkan padatnya program dan kegiatan selama lima tahun terakhir.
Dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Gus Yahya menyatakan hampir seluruh amanat Muktamar ke-34 NU di Lampung telah direalisasikan. Ia juga menegaskan bahwa capaian kepengurusan tidak hanya tertulis dalam dokumen, tetapi juga dirasakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) melalui pembaruan yang meningkatkan kinerja dan mempermudah manajemen organisasi.
Gus Yahya optimistis LPJ tersebut dapat diterima oleh para peserta muktamar tanpa alasan penolakan. Ia menekankan bahwa target-target organisasi yang diamanatkan sebelumnya menjadi rujukan utama dalam menjalankan program kerja PBNU.
Harapan Pembukaan Muktamar NU 2031 oleh Presiden Prabowo
Dalam pidato pembukaan Muktamar ke-35 NU, Gus Yahya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang secara resmi membuka acara tersebut. Menatap agenda organisasi lima tahun mendatang, Gus Yahya berharap Muktamar ke-36 pada tahun 2031 juga dapat dibuka oleh Presiden Prabowo lagi.
Harapan ini menjadi simbol sinergi antara NU dan pemerintah dalam menjalankan program demi kemaslahatan umat serta mencerminkan komitmen PBNU untuk meningkatkan kapasitas organisasi sebagai penghantar efektif program pemerintah kepada masyarakat. Gus Yahya juga menegaskan pentingnya prinsip tolong-menolong (ta’awun) dalam kehidupan berbangsa, mengajak seluruh warga NU dan masyarakat umum untuk fokus pada kerja sama tanpa terbebani oleh perbedaan posisi kekuasaan.
Menepis Isu Intervensi dalam Muktamar NU
Gus Yahya juga menanggapi isu yang beredar mengenai adanya intervensi Presiden Prabowo dalam kepemimpinan PBNU. Ia membantah keras tuduhan tersebut dan menilai bahwa iklim politik saat ini sangat berbeda dengan masa lalu sehingga isu intervensi tidak masuk akal. Ia menegaskan bahwa pengurus NU memiliki integritas tinggi dan konflik internal yang sempat muncul telah selesai.
Gus Yahya memastikan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU periode berikutnya dengan niat yang tulus demi keberlangsungan organisasi.
Muktamar ke-35 NU di Jombang menjadi momentum penting bagi organisasi dengan lebih dari 120 juta warga NU di Indonesia yang merupakan potensi besar sekaligus tanggung jawab besar bagi kepengurusan PBNU untuk terus memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.
Dengan laporan pertanggungjawaban yang lengkap dan harapan kuat terhadap dukungan pemerintah, Muktamar ini diharapkan dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemajuan bagi Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













