Prabowo Puji Kiai Kampung, Sebut “Jas Hijau” di Muktamar NU Jombang

Prabowo Puji Kiai Kampung, Sebut "Jas Hijau" di Muktamar NU Jombang

PlatMerah.com, Jombang – Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan khusus kepada para kiai kampung dalam acara pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengenalkan istilah “Jas Hijau” sebagai akronim dari “Jangan Sekali-Kali Melupakan Jasa Ulama”.

Peran NU dalam Sejarah Bangsa

Dalam sambutannya yang dibagikan oleh akun resmi Sekretariat Kabinet pada 28 Agustus 2026, Prabowo menegaskan pentingnya peran NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ia mengutip lagu Syubbanul Wathan karya KH Abdul Wahab Chasbullah yang dibuat pada tahun 1916, jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan. Lagu tersebut menggambarkan semangat cinta tanah air dan kebangkitan bangsa Indonesia.

Prabowo menyampaikan, “Pesan cinta tanah air tersebut tergambar dalam lirik lagu Syubbanul Wathan, yang mengingatkan pentingnya semangat kebangsaan dan martabat bangsa.” Hal ini menunjukkan bahwa NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga bagian penting dalam sejarah dan perjuangan bangsa.

Penghormatan kepada Kiai Kampung

Presiden juga memberikan penghormatan khusus kepada para ulama dan kiai kampung yang berperan menjaga moral anak-anak, merawat kerukunan, menjaga kedamaian di desa, serta mendoakan bangsa tanpa mengharapkan imbalan dari negara. Penghormatan ini menunjukkan pengakuan atas kontribusi ulama dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Indonesia.

Istilah “Jas Hijau” yang dikenalkan Prabowo merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat untuk selalu mengenang dan menghargai jasa para ulama yang telah berjuang demi bangsa dan negara.

Komitmen Pemerintah terhadap Pendidikan NU

Selain penghormatan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan di sekolah dan pesantren NU. Pemerintah berencana memenuhi fasilitas seperti layar interaktif untuk mendukung proses belajar mengajar di pesantren. Program pemerintah diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan umum.

Simbolisasi Pembukaan Muktamar

Pembukaan Muktamar ke-35 NU ditandai dengan penabuhan bedug oleh Presiden Prabowo bersama jajaran Pengurus Besar NU (PBNU). Seremoni ini menjadi simbol dimulainya forum penting yang mempertemukan tokoh-tokoh NU dari seluruh Indonesia serta menegaskan komitmen bersama untuk terus mengabdi bagi kemaslahatan bangsa.

Signifikansi Muktamar NU

Muktamar NU merupakan agenda rutin organisasi yang membahas berbagai isu keagamaan, sosial, dan kebangsaan. Kegiatan ini menjadi momen strategis dalam penguatan peran NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional dan menjaga kerukunan antarumat beragama.

Dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan penguatan pesan-pesan kebangsaan, Muktamar ke-35 NU di Jombang diharapkan menjadi titik awal bagi langkah strategis NU dalam menghadapi tantangan masa depan bangsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup