Pamekasan Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Koperasi Nasional Tingkat Jawa Timur
Plat Merah – Kabupaten Pamekasan, Madura, resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat provinsi Jawa Timur tahun 2026. Pengumuman ini menjadi momentum strategis bagi daerah yang memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif dan UMKM. Acara akan berlangsung selama 7 hari, dari 20 hingga 26 Juli 2026, dengan fokus pada penguatan ekosistem koperasi dan usaha mikro, kecil, serta menengah (UMKM) di wilayah Madura.
Latar Belakang dan Peran Pamekasan
Pemilihan Pamekasan sebagai tuan rumah tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan koperasi. Kabupaten ini memiliki 872 unit koperasi aktif hingga 2025, dengan angka keterlibatan UMKM mencapai 45% dari total 23.000 usaha di wilayahnya. Menurut Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Pamekasan, Mohammad Alwi, perayaan Harkopnas kali ini akan menjadi katalisator percepatan pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
Rangkaian Kegiatan dan Inovasi
| Hari | Kegiatan Utama | Lokasi |
|---|---|---|
| 20-22 Juli | Workshop Kewirausahaan | Hotel Bumi Aksara |
| 23 Juli | Gebyar Pasar Rakyat | Monumen Arek Lancor |
| 24 Juli | Simposium Koperasi | Studio 1004 Madura |
| 25-26 Juli | Pameran Teknologi Koperasi | Kampus UTM Pamekasan |
Event utama yang paling menarik perhatian adalah pasar rakyat yang akan menghadirkan 150 pelaku UMKM dan koperasi dari seluruh Jawa Timur. Pemilihan lokasi di kawasan Monumen Arek Lancor sengaja dilakukan untuk memanfaatkan potensi pariwisata sekaligus mempromosikan budaya Madura.
Dampak Ekonomi dan Sosial
- Di proyeksikan akan mendorong peningkatan pendapatan UMKM hingga 30% selama periode acara
- Menyediakan akses pendanaan bagi 100 koperasi yang memenuhi kriteria
- Meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya koperasi dalam ekonomi kerakyatan
- Membuka peluang kolaborasi antar pelaku usaha lintas kabupaten
“Acara ini tidak hanya sekadar pameran, tapi juga wadah untuk memperkuat jaringan dan pengetahuan bisnis bagi pelaku UMKM,” ujar Alwi. Data dari Dinas Koperasi menunjukkan bahwa sektor ini berkontribusi 12% terhadap PDRB Pamekasan pada 2025.
Tantangan dan Peluang
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah logistik pengangkutan 2.500 item pameran dari berbagai daerah. Namun, pihak penyelenggara berencana menggunakan sistem digitalisasi pendaftaran yang dapat mengurangi kerumitan administratif sebesar 40%.
Kronologi Persiapan
- April 2026: Penetapan anggaran Rp4,2 miliar oleh Pemprov Jatim
- Mei 2026: Pembentukan tim pelaksana lintas sektor
- Juni 2026: Sosialisasi melalui 500 relawan lokal
- Juli 2026: Fase implementasi kegiatan
Pemerintah daerah juga berencana menghubungkan acara ini dengan program pemberdayaan perempuan melalui keterlibatan 30 kelompok ibu rumah tangga dalam pameran kuliner tradisional Madura.
Perayaan Harkopnas 2026 diharapkan menjadi titik balik bagi transformasi ekonomi Pamekasan, dengan target meningkatkan jumlah koperasi aktif menjadi 1.000 unit pada 2027. Keterlibatan aktif pelaku UMKM dalam acara ini diperkirakan akan menciptakan 500 lapangan kerja baru di sektor pariwisata dan industri kreatif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











