Semester I 2026, Daop 9 Jember Layani 3,5 Juta Penumpang
Plat Merah – Jember – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember mencatatkan pencapaian positif dalam Semester I 2026 dengan melayani 3,5 juta penumpang. Angka ini menunjukkan peningkatan 6,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menegaskan tren positif penggunaan kereta api sebagai moda transportasi utama di wilayah Jawa Timur bagian timur.
Pertumbuhan yang Menggembirakan
Jumlah total penumpang mencapai 3.511.004, terdiri dari 1.748.290 penumpang naik dan 1.762.714 penumpang turun. Kinerja ini dipimpin oleh Kabupaten Banyuwangi dengan kontribusi 1.709.114 penumpang (8,09% pertumbuhan), diikuti oleh Kabupaten Jember (1.440.164 penumpang, +4,2%). Stasiun Jember menjadi stasiun tersibuk dengan layanan lebih dari 1,1 juta pelanggan.
| Kabupaten | Total Penumpang | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|
| Banyuwangi | 1.709.114 | 8,09 |
| Jember | 1.440.164 | 4,2 |
| Probolinggo | 189.636 | — |
| Lumajang | 86.633 | — |
| Pasuruan | 85.172 | 19,2 |
Faktor Pendukung Pertumbuhan
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor strategis. Hadirnya layanan KA Sangkuriang dan KA Pandalungan 2 memperluas jangkauan transportasi, sementara pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi regional menjadi penggerak utama. Kehadiran platform digital seperti Access by KAI juga memudahkan akses masyarakat untuk memesan tiket secara online.
- Kehadiran kereta baru: KA Sangkuriang dan KA Pandalungan 2
- Penurunan kemacetan jalan raya yang mendorong masyarakat beralih ke kereta
- Peningkatan kunjungan wisata ke destinasi seperti Pulau Lombok dan Banyuwangi
- Pola ekonomi digital yang meningkatkan mobilitas
Implikasi dan Tantangan
Pencapaian ini membawa dampak signifikan bagi perekonomian daerah. Menurut analisis ekonomi, setiap peningkatan 1% dalam penggunaan transportasi kereta api berkontribusi sekitar Rp 150 miliar ke perekonomian nasional melalui penghematan bahan bakar, peningkatan produktivitas, dan pengurangan emisi karbon. Untuk wilayah Jember, tren ini berarti peningkatan 98,7 juta liter BBM yang dihemat dari mobil pribadi selama periode yang sama.
Dampak Lingkungan
Kereta api berkontribusi mengurangi emisi CO2 sebesar 23,6% dibandingkan transportasi jalan raya. Dengan 3,5 juta penumpang, Daop 9 Jember berhasil mengurangi emisi sekitar 11.200 ton CO2 per semester, sejalan dengan target Pemerintah RI dalam Rencana Aksi Nasional Perubahan Iklim (RAN-PI).
Perspektif Masa Depan
Cahyo menegaskan bahwa KAI Daop 9 Jember akan terus berinovasi dengan rencana pengadaan 15 kereta baru berteknologi ramah lingkungan pada 2027. Proyek infrastruktur seperti jalur kereta api trans-Jawa juga akan memperkuat posisi Daop 9 sebagai ujung tombak transportasi regional.
Rekomendasi untuk Masyarakat
- Manfaatkan layanan digital Access by KAI untuk pemesanan tiket
- Perhatikan jadwal keberangkatan kereta lewat aplikasi resmi
- Sektor pariwisata diminta mengoptimalkan kereta sebagai transportasi wisata
- Pemerintah daerah diimbau bekerja sama dalam pengembangan jalur pariwisata terpadu
Pencapaian Daop 9 Jember ini menegaskan bahwa infrastruktur transportasi berkelanjutan tidak hanya mungkin diwujudkan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan komitmen terhadap kualitas layanan dan inovasi, kereta api kian menjadi simbol progres kota-kota di Jawa Timur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












