Pemkab Agam Hormati Dandim Lama, Sambut Pemimpin Baru Kodim 0304 Agam
Latar Belakang Sinergi Pemerintah Kabupaten Agam dengan TNI
Plat Merah – Pemerintah Kabupaten Agam selama beberapa tahun terakhir telah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral antara institusi sipil dan militer. Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada urusan keamanan, tetapi juga meluas ke bidang pembangunan infrastruktur, penanggulangan bencana, dan program kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut termaktub dalam dokumen kerja sama resmi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Kodim 0304 Agam, yang diperbaharui setiap empat tahun.
Acara Pisah Sambut Dandim Lama dan Dandim Baru
Acara resmi pisah sambut Komandan Kodim (Dandim) 0304 Agam digelar pada Sabtu, 17 Juli 2026, di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Lubuk Basung. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh:
- Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM (Dt. Tan Batuah)
- Sekretaris Daerah Kab. Agam
- Ketua DPRD Kab. Agam
- Perwakilan Forkopimda
- Staf ahli, kepala OPD, dan pejabat struktural lainnya
- Perwakilan TNI, Polri, dan tokoh masyarakat
Acara berlangsung selama dua jam, meliputi sambutan resmi, penghargaan kepada Dandim lama, penyerahan seragam serta simbol jabatan kepada Dandim baru, dan sesi foto bersama.
Peran Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso Selama Menjabat Dandim Lama
Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso, SIP, menyelesaikan masa jabatan selama tiga tahun di Kab. Agam. Selama masa itu, ia menorehkan sejumlah pencapaian penting, antara lain:
- Peningkatan patroli gabungan TNI-Polri di wilayah rawan konflik lahan.
- Pengadaan dan operasionalisasi pos-pos keamanan di tiga kecamatan yang sebelumnya tidak tercover.
- Koordinasi penanggulangan bencana alam akhir 2025 yang melanda wilayah Sawahlunto, Padang Sidempuan, dan Padang Pariaman.
- Program pelatihan warga sipil dalam pertolongan pertama dan evakuasi massal.
Penanganan Bencana Alam 2025
Pada November 2025, Kabupaten Agam mengalami curah hujan ekstrem yang menyebabkan banjir bandang di daerah Danau Maninjau dan Tanah Datar. Kodim 0304 Agam, dipimpin oleh Letkol Inf. Slamet, berperan aktif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri, dan relawan. Tim TNI menyediakan helikopter untuk evakuasi, mengirimkan logistik ke daerah terisolir, serta membantu membangun bendungan darurat.
Keberhasilan operasi tersebut mendapat pujian dari Bupati Benni Warlis yang dalam sambutannya menegaskan, “Tanpa sinergi TNI‑Polri‑Masyarakat, korban bencana akan jauh lebih banyak. Pengalaman ini memperkuat komitmen kami untuk terus mempererat kerja sama.”
Sambutan Bupati Benni Warlis dan Harapan untuk Dandim Baru
Dalam sambutan resmi, Bupati Benni Warlis menyampaikan apresiasi tinggi kepada Letkol Inf. Slamet Dwi Santoso atas dedikasi dan loyalitasnya. Ia menekankan bahwa program-program keamanan, penanggulangan bencana, serta dukungan logistik kepada pembangunan infrastruktur telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga.
Selanjutnya, Bupati menyambut Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro, SIP, M.Si, yang resmi menggantikan jabatan Dandim 0304 Agam. Ia berharap Dandim baru dapat melanjutkan agenda kerja yang telah dirintis, khususnya dalam:
- Meningkatkan kehadiran pasukan di daerah pedalaman.
- Memperluas program kemanusiaan dan sosial TNI.
- Mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam pemantauan keamanan.
- Memberdayakan generasi muda melalui pelatihan kepemimpinan militer.
Profil Singkat Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro, SIP, M.Si
Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pertahanan (STIP) dan memiliki gelar Magister Sains (M.Si) dalam bidang Manajemen Krisis. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Komandan Kodim 0304 Agam selama dua tahun, serta pernah memimpin satuan khusus di medan operasi Aceh. Pengalamannya mencakup:
| Pendidikan | Pengalaman | Keahlian Khusus |
|---|---|---|
| SIP (Sarjana Ilmu Pemerintahan) | Wakil Komandan Kodim 0304 Agam (2024‑2026) | Manajemen Krisis & Operasi Taktis |
| M.Si Manajemen Krisis | Komandan Batalyon Infanteri 502 (2022‑2024) | Pengembangan Kebijakan Keamanan |
| STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pertahanan) | Koordinator Operasi Penanggulangan Bencana (2020‑2022) | Koordinasi Multi‑Instansi |
Dampak Sinergi TNI‑Pemerintah Daerah Bagi Masyarakat Agam
Kerja sama yang terjalin antara Kodim 0304 Agam dan Pemerintah Kabupaten tidak hanya meningkatkan rasa aman, tetapi juga berkontribusi pada percepatan pembangunan infrastruktur desa, peningkatan layanan kesehatan, dan penguatan ekonomi lokal. Berikut beberapa dampak yang telah terukur:
- Keamanan: Penurunan kasus kejahatan jalanan sebesar 18% dalam dua tahun terakhir.
- Infrastruktur: Pembangunan 12 jalur jalan akses ke desa terpencil dengan dukungan logistik TNI.
- Kesehatan: Operasi medis keliling yang melibatkan dokter militer menurunkan angka kematian ibu melahirkan di wilayah rawan.
- Ekonomi: Program “Pasar TNI‑Pedagang” meningkatkan pendapatan pedagang lokal sebesar 12%.
Kronologi Acara Pisah Sambut (17 Juli 2026)
| Waktu | Kegiatan | Pihak Penyelenggara |
|---|---|---|
| 09.00‑09.15 | Pembukaan oleh MC dan pembacaan doa | Panitia Acara |
| 09.15‑09.30 | Sambutan Bupati Benni Warlis | Bupati Agam |
| 09.30‑09.45 | Penghargaan kepada Dandim Lama (Letkol Inf. Slamet) | Panitia + Sekretaris Daerah |
| 09.45‑10.00 | Penyerahan Seragam & Tanda Jabatan kepada Dandim Baru | Kodim 0304 Agam |
| 10.00‑10.15 | Sambutan Dandim Baru (Letkol Inf. Viko) | Dandim Baru |
| 10.15‑10.30 | Foto Bersama & Penutup | Seluruh Undangan |
Implikasi Kedepan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dengan kepemimpinan baru, Kodim 0304 Agam diharapkan dapat memperluas program community engagement yang meliputi:
- Pembentukan unit “TNI Siaga Desa” yang melatih relawan lokal dalam kesiapsiagaan bencana.
- Pengembangan sistem monitoring berbasis GIS untuk mengidentifikasi daerah rawan konflik sosial‑ekonomi.
- Kolaborasi dengan perguruan tinggi setempat dalam riset keamanan siber wilayah pedesaan.
Strategi-strategi ini akan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Kabupaten Agam, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025‑2030 yang menitikberatkan pada ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Secara keseluruhan, acara pisah sambut ini bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat jaringan kerja sama antar‑instansi, meneguhkan kepercayaan publik, dan menyiapkan fondasi bagi generasi penerus dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan Kabupaten Agam.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













