Kecelakaan Kereta Api Maut di Kediri: Pelajar Tewas Tertemper KA Dhoho di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Kecelakaan Kereta Api Maut di Kediri: Pelajar Tewas Tertemper KA Dhoho di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Plat Merah – Kecelakaan kereta api kembali terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Seorang pelajar MAN 1 Kota Kediri, M.S. (17), tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya tertemper Kereta Api Dhoho di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Jambean, Kecamatan Kras, pada Selasa (21/7/2026) sore. Peristiwa nahas ini menjadi pengingat akan bahaya perlintasan liar yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah.

Kecelakaan kereta api tersebut terjadi sekitar pukul 15.50 WIB di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 265 Kilometer 172+7/8 petak jalan Kras-Ngadiluwih. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AG 3513 EAC dari arah timur menuju barat. Saat melintasi rel tanpa palang pintu, dari arah Kediri menuju Tulungagung melintas Kereta Api Dhoho. Tabrakan pun tak terhindarkan. Benturan keras menyebabkan korban terpental dan mengalami luka berat. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSU Arga Husada Ngadiluwih.

Kapolsek Kras, AKP Agus Salim, membenarkan kecelakaan kereta api tersebut. “Benar, telah terjadi kecelakaan antara Kereta Api Dhoho dengan pengendara sepeda motor di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Jambean. Korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa malam. Video kecelakaan yang terekam CCTV pun beredar luas di media sosial, mengundang simpati dan duka cita dari warganet.

Keluarga korban, melalui kolom komentar unggahan video TribunMataraman.com, memohon doa untuk almarhum. “Semoga adik saya yang terlibat laka, diterima amal ibadahnya,” tulis akun keluarga. Ungkapan tersebut sontak mengundang simpati dan doa dari warganet yang turut berbelasungkawa.

Kecelakaan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu masih menjadi masalah serius di Indonesia. Data menunjukkan masih banyak perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi dengan palang pintu dan penjaga, sehingga rawan kecelakaan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara rutin melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, seperti yang dilakukan Divisi Regional II Sumatera Barat dengan menggandeng akademisi. Namun, kesadaran pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintasi rel tetap menjadi faktor utama.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas saat melintasi perlintasan kereta api. “Kami mengimbau warga agar ekstra waspada dan tengok kanan-kiri saat menyeberang rel tanpa palang,” ujar AKP Agus Salim. Kecelakaan ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.

Kecelakaan maut ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Peristiwa ini juga diharapkan menjadi perhatian bagi pemerintah dan operator kereta api untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, terutama yang tidak memiliki palang pintu. Dengan demikian, kecelakaan serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup