Tanah Ambles di Bibir Puncak, Pendaki Asal Brebes Jatuh ke Kawah Gunung Slamet
PlatMerah.com, Jawa Tengah – Seorang remaja berusia 16 tahun asal Desa Sirampog, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bernama M. Fahri Maulana mengalami kecelakaan fatal saat mendaki Gunung Slamet. Pada Selasa pagi, 18 Agustus 2026, Fahri dilaporkan jatuh ke dalam kawah Gunung Slamet setelah tanah di bibir puncak yang dipijaknya tiba-tiba ambles.
Kejadian ini bermula ketika Fahri bersama tiga rekannya, yakni M. Arnanda Fiki Ardiansyah (13), Rikian Fadlika (16), dan M. Ringgo Panca P (16), melakukan pendakian melalui jalur Sawangan. Saat hendak berswafoto di bibir kawah yang memiliki ketinggian sekitar 3.428 meter di atas permukaan laut, tanah yang mendukung posisi Fahri runtuh dan menyebabkan dia terpeleset dan jatuh ke dalam kawah dengan kedalaman diperkirakan antara 30 hingga 50 meter.
Upaya Evakuasi dan Kondisi Korban
Sesaat setelah kejadian, laporan diterima oleh Kantor SAR Semarang dan Unit Siaga SAR Pemalang. Tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi dengan perlengkapan khusus, termasuk alat evakuasi di medan ketinggian dan tabung oksigen untuk mengantisipasi paparan gas beracun yang biasanya terdapat di area kawah gunung berapi.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menyampaikan bahwa saat tim tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB, korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah Fahri berhasil dievakuasi dari dasar kawah pada malam hari yang sama, namun perjalanan membawa jenazah ke basecamp diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam. Basecamp Permadi di Guci, Tegal dipilih sebagai titik evakuasi karena akses yang lebih mudah.
Penyebab dan Imbauan Keselamatan
Kejadian ini diduga terjadi karena tanah di bibir kawah yang tidak stabil dan ambles saat dipijak. Kondisi ini mengingatkan para pendaki untuk selalu berhati-hati saat berada di kawasan berbahaya seperti bibir kawah, terutama saat melakukan aktivitas seperti berswafoto yang bisa mengalihkan konsentrasi.
Petugas gabungan dari Basarnas dan PMI setempat menekankan pentingnya kesiapan dan kewaspadaan dalam setiap pendakian Gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Selain itu, mereka juga mengingatkan agar pendaki selalu mengikuti arahan dan aturan keselamatan yang berlaku.
Rangkaian Peristiwa
- Pagi hari, Fahri dan rombongan mendaki Gunung Slamet via jalur Sawangan.
- Saat berswafoto di bibir kawah, tanah mendadak ambles dan Fahri jatuh ke kawah.
- Laporan kejadian langsung diterima oleh SAR Semarang dan Unit Siaga SAR Pemalang.
- Tim SAR gabungan bergerak dengan perlengkapan khusus untuk evakuasi.
- Jenazah Fahri ditemukan dan dievakuasi dari dasar kawah pada malam hari.
- Perjalanan evakuasi menuju basecamp diperkirakan memakan waktu 7-8 jam.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan kewaspadaan bagi para pendaki, terutama di kawasan dengan risiko tinggi seperti Gunung Slamet. Semoga keluarga dan kerabat korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













