Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun

Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun

Plat Merah – Viral investor MBG ngamuk di kantor BGN, APGI 3T sebut aksi spontan atas potensi kerugian Rp 1,8 triliun. Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria meluapkan kemarahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi viral di media sosial. Pria tersebut diduga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Gizi Indonesia (APGI) 3T, Herwil J Harefa. Aksi spontan ini terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, di tengah ketidakpastian pembayaran pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Viral investor MBG ngamuk di kantor BGN, APGI 3T sebut aksi spontan atas potensi kerugian Rp 1,8 triliun bukanlah tanpa sebab. Sekretaris Jenderal APGI 3T, Gardian Muhammad, menegaskan bahwa kemarahan tersebut merupakan reaksi spontan akibat tekanan panjang yang dialami para investor. “Kami memahami bahwa potongan video yang beredar dapat menimbulkan persepsi negatif. Namun perlu ditegaskan bahwa kejadian tersebut adalah reaksi spontan di tengah tekanan dan ketidakpastian yang telah berlangsung cukup lama,” ujar Gardian, Selasa (9/6/2026).

Para investor dan pengelola SPPG di wilayah 3T menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari perubahan kebijakan yang berulang, ketidakpastian skema pembiayaan, hingga pengembalian investasi yang tak kunjung jelas. Gardian mengungkapkan, terdapat sekitar 1.200 dapur MBG di wilayah 3T yang telah dibangun dengan rata-rata investasi Rp 1,5 miliar per unit. Dengan demikian, total potensi kerugian mencapai sekitar Rp 1,8 triliun. Viral investor MBG ngamuk di kantor BGN, APGI 3T sebut aksi spontan atas potensi kerugian Rp 1,8 triliun menjadi sorotan publik karena menggambarkan keputusasaan para pelaku usaha di lapangan.

Kasus ini juga diperparah dengan ditahannya tiga mantan pimpinan BGN oleh Kejaksaan Agung pada Rabu, 3 Juni 2026. Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penangkapan ini memicu kekhawatiran investor bahwa proyek yang telah mereka danai tidak akan mendapatkan kepastian hukum maupun pembayaran.

Di sisi lain, seorang investor asal Nunukan, Kalimantan Utara, Marthen, mengaku telah menagih janji pembayaran pembangunan enam unit SPPG yang selesai pada akhir 2025. “Akhir 2025 dijanjikan pembayaran cair awal 2026, ini sudah mau masuk bulan 7 saya belum juga dapat kepastian kapan BGN bayar ganti pembangunan SPPG yang sudah lama selesai,” ujarnya, Rabu (10/6/2026). Kasus serupa juga terjadi di Sukabumi, di mana pengusaha Mujazin menuntut pengembalian dana talangan Rp 218 miliar yang disetorkan ke BGN namun tak kunjung mendapat kompensasi.

Indonesia Corruption Watch (ICW) dan KPK telah memperingatkan celah korupsi dalam program MBG. Laporan ICW menemukan praktik pengadaan tidak akuntabel, manipulasi data penerima, dan pembengkakan biaya. Selisih harga bahan pangan hingga Rp 5.000 per kilogram dibandingkan harga pasar berpotensi merugikan negara ratusan miliar rupiah setiap bulan. KPK menilai desain tata kelola dan pengawasan yang belum matang menjadi celah utama terjadinya korupsi.

Viral investor MBG ngamuk di kantor BGN, APGI 3T sebut aksi spontan atas potensi kerugian Rp 1,8 triliun menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera membenahi tata kelola program MBG. Tanpa kepastian hukum dan pembayaran, program yang bertujuan meningkatkan gizi anak Indonesia ini justru berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi para investor dan merusak kepercayaan publik.

Kesimpulannya, aksi spontan investor MBG di kantor BGN mencerminkan akumulasi masalah yang sudah lama terabaikan. Pemerintah dan BGN harus segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan sengketa pembayaran, memperbaiki tata kelola, dan memastikan program MBG berjalan transparan serta akuntabel demi kepentingan bangsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup