Pesawat Bomber B-52 AS Jatuh Lagi: Riwayat Kecelakaan Pesawat Pengebom Angkatan Udara AS

Pesawat Bomber B-52 AS Jatuh Lagi: Riwayat Kecelakaan Pesawat Pengebom Angkatan Udara AS

Plat Merah – Sebuah pesawat bomber B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh tak lama setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Edwards di California, Senin (15/6/2026). Insiden ini menewaskan delapan orang yang berada di dalam pesawat, termasuk personel militer, pegawai pemerintah, dan kontraktor sipil. Kecelakaan ini menambah daftar panjang riwayat kecelakaan pesawat pengebom Angkatan Udara AS dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut data pelacakan penerbangan, pesawat bomber B-52 tersebut berbelok tajam ke kanan setelah lepas landas, kemudian berputar hampir 180 derajat sebelum menukik ke tanah dengan kecepatan lebih dari 1.500 meter per menit. Kecepatan ini hampir 10 kali lebih cepat dari kecepatan normal pesawat saat bersiap mendarat. Ledakan dahsyat terjadi saat pesawat menghantam landasan pacu, meninggalkan bekas hangus besar dan hampir tidak ada bagian pesawat yang tersisa.

Penyelidikan kecelakaan diperkirakan akan memakan waktu hingga enam bulan. Pakar keselamatan penerbangan Jeff Guzzetti menduga adanya kerusakan pada kontrol penerbangan, mengingat pesawat jatuh begitu cepat tanpa mencapai ketinggian yang signifikan. Kemungkinan lain termasuk masalah mesin atau kegagalan peralatan yang sedang diuji.

Kecelakaan ini terjadi saat pesawat sedang menjalani misi uji coba rutin di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, bagian dari program untuk menjaga pesawat militer yang sudah lama beroperasi tetap terbang. Boeing, selaku produsen pesawat, mengonfirmasi bahwa dua karyawannya termasuk di antara korban. Identitas para korban belum diumumkan secara publik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Angkatan Udara AS telah mengalami sejumlah kecelakaan latihan fatal, termasuk insiden kursi pelontar yang aktif saat pesawat masih di darat di Texas pada 2024, dan jatuhnya jet latih di dekat bandara Alabama pada 2021 yang menewaskan dua pilot.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup