Semarak CBP Rupiah Championship 2026 di Bondowoso: Menggugah Literasi Keuangan Generasi Muda
Latar Belakang dan Tujuan Acara
Plat Merah – Pada Sabtu, 20 Juni 2026, alun‑alun Ki Bagus Asra di Bondowoso menjadi saksi bersejarah ketika Grand Final Lomba Gebyar CBP (Cinta, Bangga, Paham) Rupiah Championship yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Jember resmi dibuka. Acara ini bukan sekadar kompetisi semata; melainkan bagian integral dari Festival Muharram 1448 Hijriah yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Bank Indonesia. Tujuannya jelas: menumbuhkan rasa cinta, kebanggaan, dan pemahaman mendalam tentang mata uang rupiah di kalangan generasi muda serta menegaskan peran uang sebagai simbol kedaulatan negara.
Rangkaian Kompetisi dan Peserta
Kompetisi ini terbagi menjadi tiga pilar utama yang masing‑masing menargetkan segmen berbeda:
- Duta Guru Penggerak – menyoroti peran strategis guru sebagai agen perubahan.
- Lomba Dongeng Tingkat SMP – memanfaatkan seni bercerita untuk menyampaikan nilai finansial.
- Content Creator – mengajak generasi digital menciptakan konten edukatif tentang rupiah.
Setelah melalui serangkaian seleksi regional, total 16 finalis berhasil menembus babak final:
| Kategori | Jumlah Finalis |
|---|---|
| Duta Guru Penggerak | 6 |
| Lomba Dongeng (SMP) | 6 |
| Content Creator | 4 |
Profil Singkat Beberapa Finalis
Di antara para guru, Ibu Siti Nurhaliza (SMP Negeri 3 Bondowoso) menonjol dengan proyek pembelajaran berbasis permainan uang kertas. Dari kalangan pendongeng, Ahmad Fauzi (SMP Negeri 2 Jember) menyiapkan kisah “Rupiah Si Penjaga Negeri” yang menggabungkan nilai sejarah dan ekonomi. Sementara konten kreator, Rian Pratama (YouTuber lokal) mempersembahkan seri video “Rupiah 101” yang telah ditonton lebih dari 100.000 kali.
Kronologi Acara Hari Grand Final
- 09:00 – Registrasi peserta dan pembukaan resmi oleh Camat Bondowoso.
- 09:30 – Sambutan Kepala Unit Pengelolaan Rupiah Bank Indonesia Jember, Moh Zuni Ristiyanto.
- 10:00 – Sesi presentasi Duta Guru Penggerak (masing‑masing 5 menit).
- 11:30 – Istirahat dan pameran mini literasi keuangan.
- 12:00 – Lomba Dongeng: tiap peserta diberi 7 menit untuk membawakan cerita.
- 13:30 – Penilaian juri dan istirahat ringan.
- 14:00 – Penampilan konten kreator (video berdurasi 3 menit).
- 15:30 – Pengumuman pemenang, penyerahan hadiah, dan penutupan.
Pernyataan Pejabat dan Makna Simbolis
Kepala Unit Pengelolaan Rupiah, Moh Zuni Ristiyanto, menegaskan bahwa guru adalah “tombak terdepan” dalam mencerdaskan bangsa. Ia menambahkan, “Kompetisi ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan apresiasi bagi para pendidik yang terus berinovasi dalam mengajarkan nilai keuangan kepada generasi muda.” Pernyataan tersebut mempertegas posisi Bank Indonesia sebagai lembaga yang tidak hanya mengatur kebijakan moneter, tetapi juga aktif dalam edukasi keuangan.
Dampak dan Implikasi
- Untuk Masyarakat: Peningkatan kesadaran tentang pentingnya menjaga nilai rupiah di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.
- Untuk Dunia Pendidikan: Model kolaborasi guru‑bank yang dapat direplikasi di kabupaten lain, memperkaya kurikulum dengan materi keuangan praktis.
- Untuk Industri Kreatif: Membuka peluang bagi content creator lokal mengembangkan konten edukatif yang berpotensi menjadi produk komersial.
- Untuk Pemerintah Daerah: Memperkuat citra Bondowoso sebagai pusat inovasi kebudayaan dan edukasi, menarik investasi sektor pariwisata edukatif.
Harapan Kedepan
Panitia berharap bahwa momentum CBP Rupiah Championship tidak berakhir pada akhir acara. Ide utama adalah menumbuhkan jaringan alumni yang dapat menjadi duta literasi keuangan di sekolah, komunitas, dan media sosial. Dengan dukungan berkelanjutan dari Bank Indonesia, pemerintah daerah, serta sektor swasta, diharapkan generasi mendatang tidak hanya mengenal nilai nominal rupiah, melainkan juga menghargai nilai historis, sosial, dan ekonomi di baliknya.
Semarak CBP Rupiah Championship 2026 di Bondowoso menunjukkan bahwa edukasi keuangan dapat dikemas secara kreatif, menyentuh hati, dan menginspirasi aksi nyata. Ketika guru, pelajar, dan kreator bersinergi, pesan cinta, bangga, dan paham tentang rupiah tidak lagi sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang meneguhkan kedaulatan ekonomi Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










