Infografis: Mengepel Lantai, Mencegah Rayap, dan Hak Anak – Ragam Informasi Penting Pekan Ini
Plat Merah – Infografis minggu ini menyajikan beragam informasi penting yang patut diperhatikan, mulai dari kebersihan rumah hingga isu perlindungan anak. Dalam satu pekan terakhir, berbagai sumber menyoroti praktik mengepel lantai yang benar, cara mencegah rayap pada kitchen set, manfaat kontak kulit ke kulit (skin to skin) pada bayi baru lahir, serta peringatan Hari Anak Nasional 2026. Semua informasi ini dirangkum dalam infografis berikut.
Perlukah Mengepel Lantai Setiap Selesai Menyapu?
Banyak orang menganggap menyapu dan mengepel adalah kegiatan yang tak terpisahkan. Namun, menurut pakar kebersihan, mengepel tidak wajib dilakukan setiap habis menyapu. Waktu yang tepat untuk mengepel adalah ketika lantai tampak bernoda, berbau, atau terasa tidak nyaman saat diinjak. Sinyal lain adalah saat rumah kedatangan banyak tamu, karena jejak kaki mereka dapat membawa kotoran dan bau. Untuk menjaga kebersihan, disarankan mengepel minimal sehari sekali, terutama di area yang sering kotor seperti dapur, halaman, dan kamar tidur. Infografis ini mengingatkan bahwa lantai yang tampak bersih pun bisa menyimpan debu dan kotoran hewan.
3 Kunci Kitchen Set Bebas Rayap dan Jamur
Kitchen set yang terbuat dari kayu rentan terhadap rayap dan jamur. Untuk mencegahnya, ada tiga kunci utama. Pertama, hindari lingkungan lembap dengan memastikan dapur memiliki ventilasi yang cukup. Kedua, tambahkan ventilasi atau exhaust fan untuk mengeluarkan uap dan panas saat memasak. Ketiga, jangan meletakkan muatan berlebihan di kitchen set atas. Pemilihan material juga penting; bahan seperti HPL, multiplek, MDF, PVC, dan blockboard lebih tahan terhadap jamur dan rayap. Infografis ini menekankan bahwa perawatan rutin dan sirkulasi udara yang baik adalah kunci umur panjang kitchen set.
Skin to Skin Usai Melahirkan: Menenangkan Bayi, tapi Tidak Turunkan Risiko Kuning
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kontak kulit ke kulit (skin to skin) sesaat setelah persalinan normal dapat menurunkan tingkat stres bayi, terutama saat menjalani prosedur medis seperti suntikan vitamin K. Bayi yang mendapatkan skin to skin juga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan ASI eksklusif pada lima hari pertama. Namun, penelitian tersebut juga menemukan bahwa metode ini tidak menurunkan risiko penyakit kuning (bilirubin tinggi). Infografis ini memberikan gambaran bahwa meskipun skin to skin bermanfaat, tetap diperlukan pemantauan medis untuk kondisi kuning pada bayi.
HAN 2026: Puan Dorong Pemenuhan Hak Anak dan Lawan Bullying
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti isu perundungan (bullying) dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Ia menegaskan bahwa setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan fisik, verbal, dan digital. Data menunjukkan Indonesia memiliki kasus perundungan tertinggi di dunia pendidikan, dengan 233 kasus kekerasan terjadi hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026. Puan mendorong negara hadir melindungi anak-anak dari stunting, putus sekolah, kekerasan, dan eksploitasi. Infografis ini mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan ruang aman bagi anak.
Gebrakan Nanik S Deyang 45 Hari di BGN
Nanik S Deyang, yang baru menjabat 45 hari sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), melakukan sejumlah gebrakan. Ia mengganti lima pejabat eselon satu dari berbagai kementerian, membentuk 11 tim reformasi, dan memfokuskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak di daerah 3T. Evaluasi terhadap 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menemukan 414 SPPG fiktif yang telah menerima anggaran. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan program tepat sasaran.
Kesimpulannya, infografis pekan ini memberikan wawasan berharga tentang kebersihan rumah, kesehatan bayi, perlindungan anak, dan tata kelola program gizi. Dengan memahami informasi ini, masyarakat dapat mengambil langkah tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












