BNPB Sebut Listrik Masih Padam di Nagekeo NTT Imbas Diguncang Gempa 7,7 M
PlatMerah.com, Nagekeo – Listrik di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih belum menyala pasca gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu pagi, 5 September 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa proses penanganan situasi bencana di Nagekeo masih berlangsung, termasuk mengatasi gangguan listrik dan kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Gempa Berpusat di Laut Dekat Mbay
Gempa berpusat di laut dengan episentrum sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Guncangan dirasakan tidak hanya di Nagekeo, tetapi juga di wilayah Sikka, Manggarai Barat di NTT, serta Kota Bima dan Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat, dan beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan.
Dampak Langsung di Nagekeo dan Wilayah Sekitar
Di Kabupaten Nagekeo, sekitar 2.000 warga melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan terhadap potensi tsunami yang sempat diwaspadai. Meski peringatan dini tsunami telah dicabut pada pukul 07.31 WIB setelah pemantauan tinggi muka laut menunjukkan tidak ada peningkatan signifikan, BNPB tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Selain itu, masyarakat diimbau menjauhi bangunan yang rusak atau retak akibat gempa dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Pihak berwenang juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan hanya mendapatkan informasi kebencanaan dari sumber resmi.
Situasi di Kota Bima, NTB
Di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, kondisi masyarakat umumnya tetap kondusif meskipun ada dampak ringan yang dialami satu kepala keluarga yang terdiri dari enam jiwa. Pendataan dan verifikasi lapangan masih berjalan untuk memastikan dampak gempa di wilayah tersebut.
Tantangan Penanganan dan Kondisi Saat Ini
BNPB mencatat bahwa penanganan pascagempa di Nagekeo menghadapi beberapa kendala, seperti padamnya aliran listrik dan kemacetan di sejumlah ruas jalan yang menghambat mobilitas. Petugas terus berupaya mengatasi gangguan tersebut sekaligus memastikan keselamatan warga dan mengevakuasi mereka dari daerah berisiko.
Imbauan untuk Masyarakat
- Hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
- Ikuti arahan pemerintah daerah dan petugas kebencanaan.
- Waspadai kemungkinan gempa susulan.
- Peroleh informasi hanya dari sumber resmi dan terpercaya.
Situasi ini menuntut kewaspadaan dan koordinasi yang baik antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat untuk memastikan keselamatan dan pemulihan pascagempa berjalan dengan efektif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












