BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Saat 5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau Hilang

BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Saat 5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau Hilang

PlatMerah.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kondisi cuaca saat lima jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, pada Senin (7/9). BMKG memastikan bahwa cuaca saat kejadian dalam kondisi baik tanpa adanya hujan signifikan maupun gelombang tinggi yang berbahaya.

Kondisi Cuaca Saat Kejadian

Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menyampaikan bahwa pada Senin sekitar pukul 14.00 hingga 18.00 WIB, cuaca di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau terpantau cerah hingga berawan. Tidak ada indikasi hujan saat itu, dengan kecepatan angin maksimal sekitar 15 knot (7,5 meter per sekon), yang tergolong tidak terlalu kuat.

Ketinggian gelombang laut yang tercatat maksimal sekitar 1 meter juga tidak menunjukkan adanya gangguan signifikan terhadap keselamatan di perairan tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor cuaca dan gelombang tidak menjadi penyebab langsung hilangnya kontak dengan rombongan jurnalis.

Aktivitas Debu Vulkanik di Sekitar Anak Krakatau

BMKG juga menyoroti aktivitas debu vulkanik yang masih terpantau di sekitar Gunung Anak Krakatau pada hari kejadian. Berdasarkan citra satelit, sebaran debu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 50.000 kaki (15.000 meter) dan lebih banyak bergerak ke arah barat menuju Samudra Hindia.

Ida menyebutkan bahwa meskipun debu vulkanik masih ada pada hari Senin, penyebarannya sudah mulai menjauh dari wilayah Indonesia. Sejak pukul 01.00 WIB malam hari, tidak terpantau lagi adanya debu vulkanik di sekitar Gunung Anak Krakatau maupun perairan sekitarnya.

Operasi SAR dan Kronologi Singkat

Kejadian hilangnya lima jurnalis ini bermula saat rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang menuju perairan Gunung Anak Krakatau pada pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir dengan rombongan dilaporkan terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Sejak itu, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan yang dikoordinasikan Basarnas terus berlangsung. Tim SAR memperluas sektor pencarian hingga perairan Lampung dan Banten dengan menggunakan kapal SAR, perahu cepat (RIB), dan drone thermal untuk melacak keberadaan kapal dan seluruh penumpangnya.

Prakiraan Cuaca Setelah Kejadian

BMKG memprediksi kondisi cuaca yang baik di sekitar Gunung Anak Krakatau akan bertahan selama beberapa hari ke depan. Tidak ada potensi hujan signifikan dalam tiga hari mendatang, dan gelombang laut diperkirakan tetap dalam kondisi kondusif untuk aktivitas di perairan tersebut.

Kesimpulan

Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi cuaca dan gelombang laut saat hilangnya kontak dengan rombongan jurnalis di perairan Gunung Anak Krakatau tergolong aman dan tidak mengindikasikan adanya gangguan cuaca yang signifikan. Faktor lain seperti aktivitas debu vulkanik menjadi perhatian, namun sebarannya sudah menjauh dari wilayah tersebut. Operasi SAR masih terus dilakukan untuk menemukan rombongan yang hilang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup