Batam Pacu Ekonomi Digital dan Ekspor Perikanan, Mangrove Jadi Perhatian
Plat Merah – Batam, sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, terus menunjukkan dinamika ekonominya. Pekan ini, sejumlah langkah strategis dilakukan mulai dari percepatan sertifikasi ekspor produk perikanan, penguatan transaksi digital, hingga subsidi bunga nol persen bagi UMKM. Namun, di balik pesatnya pembangunan, isu lingkungan khususnya konservasi mangrove menjadi sorotan. Simak rangkuman berita terkini dari Batam.
KKP dan BP Batam Integrasikan Sertifikasi Ekspor Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama BP Batam menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mengintegrasikan layanan sertifikasi mutu ekspor produk perikanan. Melalui sistem daring yang terhubung dengan aplikasi IBOSS milik BP Batam, proses penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Kelautan dan Perikanan (SMKHP) hanya memakan waktu 10-15 menit. Langkah ini diharapkan memangkas birokrasi dan memperlancar ekspor dari Batam.
Transaksi Digital di Kepri Tembus Rp6,74 Triliun
Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi QRIS di Kepulauan Riau mencapai Rp6,74 triliun hingga Mei 2026, tumbuh 101,38% secara tahunan. Angka ini menjadi sorotan dalam ajang Creative and Innovative Riau Islands Carnival (CERNIVAL) 2026 yang digelar di Harbour Bay Downtown, Batam. BI memperkenalkan QRIS Cross-Border Experience untuk memudahkan wisatawan mancanegara bertransaksi tanpa uang tunai. Sepanjang 2025, transaksi QRIS lintas negara di Kepri melonjak 511,54%.
Bank Sumut Salurkan Subsidi Bunga 0 Persen untuk UMKM Batam
Pemerintah Kota Batam menggandeng PT Bank Sumut sebagai mitra penyalur Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen bagi pelaku UMKM. Penandatanganan PKS dilakukan di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Jumat (24/7/2026). Program ini diharapkan memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Batam.
Membangun Tanpa Mengorbankan Mangrove
Di tengah gencarnya pembangunan, peringatan Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove pada 26 Juli 2026 menjadi pengingat penting. Organisasi lingkungan Akar Bhumi Indonesia mencatat, luas mangrove di Batam kini tersisa sekitar 1.743 hektar, turun drastis dari 18.335 hektar pada era 1990-an. Sepanjang 2019-2026, tercatat 46 kasus dugaan perusakan lingkungan di kawasan mangrove seluas 533,1 hektar. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove sebagai landasan hukum untuk menjaga kelestarian lingkungan di Batam.
Prakiraan Cuaca Kepri: Berawan dengan Potensi Hujan Lokal
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam merilis prakiraan cuaca Kepulauan Riau hingga Rabu (29/7/2026). Cuaca diprakirakan berawan dengan potensi hujan lokal berintensitas ringan hingga sedang akibat adanya belokan angin dan tingginya kelembapan udara. Masyarakat di Batam dan sekitarnya diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
Dari berbagai sektor, Batam menunjukkan komitmen untuk terus berkembang sebagai pusat ekonomi digital dan perdagangan, namun tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Integrasi layanan ekspor, perluasan pembayaran digital, dan dukungan terhadap UMKM menjadi pilar utama pertumbuhan, sementara konservasi mangrove menjadi agenda yang tidak bisa diabaikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













