Saham GOTO Moncer! GoTo Cetak Laba Bersih Rp607,5 Miliar di Semester I-2026

Saham GOTO Moncer! GoTo Cetak Laba Bersih Rp607,5 Miliar di Semester I-2026

Plat Merah – Saham GOTO kembali menjadi sorotan setelah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kinerja keuangan yang impresif pada semester I-2026. Perusahaan induk Gojek dan GoPay ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp607,48 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp580,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kabar positif ini langsung mendorong minat investor terhadap saham GOTO, yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa pencapaian ini ditopang oleh pendapatan bersih yang melonjak 28,45% menjadi Rp10,99 triliun. “Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya,” ujar Hans dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026). Peningkatan ini juga tercermin dari pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) inti yang melesat 83% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp164 triliun.

Kinerja positif saham GOTO tidak lepas dari kontribusi signifikan segmen Fintech melalui GoPay. Pada kuartal II-2026, EBITDA yang disesuaikan dari bisnis Fintech melonjak 447% menjadi Rp481 miliar, dengan pendapatan bersih naik 53% menjadi lebih dari Rp2 triliun. Nilai buku pinjaman juga tumbuh 58% menjadi Rp11 triliun dengan kualitas kredit yang terjaga. Sementara itu, bisnis On-demand Services membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp464 miliar, naik 41% dibandingkan tahun lalu. Hans menambahkan, “Bisnis Fintech kami kini profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami.”

Dari sisi operasional, jumlah pengguna bertransaksi tahunan (Annual Transacting Users/ATU) tumbuh 19% menjadi 71 juta pengguna. Pendapatan bersih pada kuartal II-2026 tercatat Rp5,7 triliun, naik 31% secara tahunan. Dengan capaian ini, saham GOTO dipandang semakin prospektif oleh analis. Meskipun demikian, perseroan mewaspadai dampak perubahan struktur komisi transportasi roda dua Gojek yang mulai berlaku 1 Juli 2026 sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026. Namun, Hans optimistis target EBITDA Grup sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun tetap dapat tercapai.

Selain mengumumkan laba bersih yang gemilang, GoTo juga berencana menarik kembali sekitar 32 miliar saham treasuri atau setara 2,7% dari total saham beredar. Rencana ini akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai saham GOTO dan memberikan dampak positif bagi pemegang saham.

Di tengah momentum positif ini, GoTo juga menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan mitra pengemudi dengan memperluas program BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, beasiswa, hingga pemberangkatan umrah gratis. “Seiring berkembangnya ekosistem, kami terus berinvestasi untuk mendukung pelanggan, termasuk para Mitra Driver Gojek. Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo,” tutup Hans.

Dengan laba bersih yang solid dan prospek cerah di segmen Fintech, saham GOTO menjadi salah satu pilihan menarik bagi investor yang mencari eksposur di sektor teknologi Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup