Truk Kabin Lebar Kian Laris, KTB Fuso Ungkap Perubahan Tren
PlatMerah.com, Jakarta – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mencatat adanya perubahan tren di pasar kendaraan komersial. Konsumen kini semakin melirik truk Fuso dengan kabin lebar (wide cabin) dan dimensi bodi yang lebih panjang, seiring dengan kebutuhan efisiensi operasional yang semakin tinggi.
Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, mengungkapkan bahwa tren ini tidak hanya terjadi pada segmen truk, tetapi juga mulai terlihat pada sasis bus. Menurutnya, pelaku usaha kini semakin memperhitungkan efisiensi operasional di tengah kenaikan berbagai biaya usaha, mulai dari harga bahan bakar hingga suku cadang.
Dorongan Efisiensi Operasional
“Sekarang pengusaha benar-benar berhitung. Harga bahan bakar naik, spare part juga naik. Mereka mencari kendaraan yang bisa memberikan pendapatan lebih besar dari setiap unit yang dioperasikan,” ujar Aji saat ditemui di GIIAS 2026 di arena ICE BSD, Tangerang, Jumat (31/7).
Ia menjelaskan, kendaraan dengan dimensi lebih besar mampu mengangkut muatan atau penumpang lebih banyak sehingga dinilai lebih menguntungkan secara bisnis. Baik segmen light duty truck (LDT) maupun medium duty truck (MDT).
“Kalau dengan penambahan dimensi tertentu kapasitasnya bertambah, tentu secara hitungan bisnis lebih efisien. Itu yang sekarang banyak dipertimbangkan konsumen,” katanya.
Permintaan Wide Cabin Meningkat
Menurut Aji, kondisi tersebut membuat permintaan terhadap truk wide cabin Fuso terus meningkat dibanding model standar. “Kalau di segmen truk, sekarang yang wide cabin dan bodinya lebih panjang memang semakin diminati. Di sasis bus juga begitu, wheelbase yang lebih panjang sekarang porsinya terus naik,” ujarnya.
Antisipasi Kebijakan Zero ODOL
Ia menambahkan, meningkatnya permintaan terhadap kendaraan berdimensi lebih besar kemungkinan juga berkaitan dengan persiapan pelaku usaha menghadapi implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) yang ditargetkan mulai berlaku pada 2027.
“Mungkin saja konsumen sudah mulai mengantisipasi. Pemerintah kan sudah menyampaikan rencana penerapan Zero ODOL mulai 2027, sehingga mereka mulai mempersiapkan kendaraan yang lebih sesuai dengan kebutuhan ke depan,” kata Aji.
Meski demikian, ia menegaskan tren tersebut lebih banyak didorong oleh kebutuhan meningkatkan produktivitas armada. “Yang kami lihat, konsumen sekarang lebih memilih kendaraan dengan kapasitas yang lebih besar karena dinilai lebih efektif dan efisien untuk operasional mereka,” tutupnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













