Pendapatan dan Laba Cinema XXI (CNMA) Turun pada Semester I 2026

Pendapatan dan Laba Cinema XXI (CNMA) Turun pada Semester I 2026

PlatMerah.com, Jakarta – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), induk pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, mencatatkan pendapatan Rp2,63 triliun pada semester I 2026, turun 8,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,87 triliun. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga terkoreksi 40% menjadi Rp173,05 miliar dari Rp288,56 miliar.

Penurunan kinerja ini terutama disebabkan oleh melemahnya pendapatan dari segmen bioskop, yang turun 10,63% secara tahunan menjadi Rp2,47 triliun. Meskipun demikian, perseroan masih mencatatkan EBITDA sebesar Rp708,2 miliar, menunjukkan fundamental bisnis yang tetap solid di tengah dinamika industri hiburan.

Kinerja Segmen Usaha

Pendapatan dari penjualan tiket bioskop menjadi kontributor terbesar, mencapai Rp1,58 triliun atau sekitar 60,2% dari total pendapatan, namun turun 11,8% dibandingkan semester I 2025. Penjualan makanan dan minuman menyumbang Rp886,34 miliar (33,7% dari total), terkoreksi 8,4%. Sementara itu, pendapatan dari platform digital turun 17,3% menjadi Rp57,29 miliar, dan pendapatan dari acara serta lainnya anjlok 54,7% menjadi Rp5,95 miliar.

Pemulihan pada Kuartal II 2026

Meskipun kinerja semesteran menurun, perseroan menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat pada kuartal II 2026. Total pendapatan melonjak 40% dibandingkan kuartal I 2026, dari Rp1,1 triliun menjadi Rp1,5 triliun. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan jumlah penonton dari 15,5 juta menjadi 21,9 juta, seiring dengan penambahan layar baru dan hadirnya film-film box office. Pendapatan tiket bioskop pada kuartal II naik 38% menjadi Rp919,4 miliar, sementara penjualan makanan dan minuman tumbuh 48% menjadi Rp528,8 miliar.

Ekspansi dan Prospek

Hingga 30 Juni 2026, Cinema XXI mengoperasikan 269 bioskop dengan total 1.395 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia. Pada semester I 2026, perseroan membuka dua lokasi baru, yaitu Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI, dengan total tambahan 7 layar. Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menegaskan komitmen perseroan untuk memperkuat fundamental bisnis dan mengoptimalkan berbagai lini pendapatan.

Industri perfilman nasional menunjukkan tren positif pada semester I 2026, dengan film nasional mendominasi lebih dari 65% dari total penonton di Cinema XXI. Hal ini mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap karya sineas Indonesia. Dengan pemulihan yang terlihat pada kuartal II, perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup