SKK Migas dan KKKS Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Kecamatan untuk Jaga Jalur Pipa Migas di Sumsel

SKK Migas dan KKKS Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Kecamatan untuk Jaga Jalur Pipa Migas di Sumsel

PlatMerah.com, Palembang – SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco EP Indonesia dan PHR Zona 4 memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta aparat keamanan di wilayah operasi hulu migas Sumatera Selatan. Langkah ini bertujuan menjaga keamanan jalur pipa penyalur minyak bumi yang melintasi sejumlah wilayah di Sumsel.

Koordinasi untuk Menjaga Keamanan Jalur Pipa

Pertemuan yang diselenggarakan di Palembang pada Kamis, 20 Agustus 2026, melibatkan perwakilan pemerintah kecamatan, kepolisian, dan TNI dari berbagai daerah sekitar jalur pipa migas, antara lain Kecamatan Muara Lakitan, Jirak Jaya, Penukal, Abab, Talang Ubi, Tanah Abang, Sungai Rotan, Gelumbang, Indralaya Utara, Pamulutan, Kertapati, Jakabaring, dan Plaju.

Hadir pula Kepala Subdit Waster Ditpamobvit Polda Sumsel AKBP Ali Sadikin, S.Ag., M.Si.; Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Kurnia Ariwijayanti; Koordinator Operasi SKK Migas Sumbagsel Febryan; Manager Stakeholder Relation Management PHR Zona 4 Frans Alexander A. Hukom; dan Manager Field Relation Community Enhancement Medco EP Indonesia Hirmawan Eko Prabowo.

Peran Penting Hulu Migas dalam Ketahanan Energi Nasional

Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Kurnia Ariwijayanti, menekankan pentingnya kegiatan hulu migas dalam mendukung ketahanan energi nasional. Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan harus terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat menghambat kegiatan hulu migas.

“Forum ini menjadi sarana membahas isu, tantangan, dan potensi di lapangan secara konstruktif agar menghasilkan solusi yang tepat dan diterima semua pihak,” ujarnya. Selain itu, forum tersebut memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dan menyusun langkah strategis demi keberlangsungan operasi hulu migas.

Materi dan Diskusi Mengenai Gangguan Operasi

Dalam pertemuan, Koordinator Operasi SKK Migas Sumbagsel, Febryan, menyampaikan materi tentang tata kelola hulu migas dan berbagai gangguan operasi yang terjadi pada jalur pipa penyalur minyak bumi. Sementara itu, AKBP Ali Sadikin menjelaskan potensi kerugian negara akibat gangguan operasi hulu migas.

Diskusi dan studi kasus melibatkan peserta dari berbagai unsur, memberikan kesempatan bertukar informasi terkait kondisi dan tantangan di lapangan.

Sinergi dan Dukungan dari Berbagai Pihak

Manager Field Relation Community Enhancement Medco EP Indonesia, Hirmawan Eko Prabowo, mengapresiasi dukungan pemerintah kecamatan, kepolisian, dan TNI dalam menjaga kelancaran operasi migas. Menurut Hirmawan, pertemuan ini tidak hanya mempererat silaturahmi tetapi juga memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar pihak terkait.

Frans Alexander A. Hukom, Manager Relations PHR Zona 4, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara SKK Migas, KKKS, dan pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi. Ia menilai dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan sangat penting untuk menjaga objek vital nasional dan memastikan kegiatan hulu migas berjalan dengan aman dan lancar.

Harapan untuk Keberlanjutan Operasi Hulu Migas

Melalui koordinasi lintas sektor, SKK Migas dan KKKS berharap komunikasi dengan pemerintah kecamatan dan aparat keamanan semakin kuat. Sinergi ini diharapkan mampu mencegah gangguan jalur pipa dan mendukung keberlangsungan produksi migas sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup