Mulai September 2026, Semua Motor Listrik United E-Motor Pakai Baterai Lithium
PlatMerah.com – Mulai September 2026, United E-Motor resmi menggunakan baterai lithium untuk seluruh lini motor listriknya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan meningkatkan kualitas dan efisiensi kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia.
PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD), sebagai produsen United E-Motor, mengumumkan bahwa teknologi baterai lithium akan menggantikan jenis baterai sebelumnya. Penggunaan baterai lithium dianggap mampu memberikan bobot yang lebih ringan serta efisiensi energi yang lebih baik, sehingga meningkatkan performa motor dan jarak tempuh yang lebih optimal.
Transformasi Teknologi Baterai United E-Motor
United E-Motor sebelumnya telah mengadopsi baterai lithium pada beberapa produk unggulan seperti C2000 dan TX3000 yang menggunakan teknologi dua slot baterai lithium. Dengan standarisasi penggunaan baterai lithium di seluruh produk, perusahaan dapat lebih fokus mengembangkan berbagai aspek penting, antara lain sistem pengisian daya, manajemen baterai, dan fitur pendukung kendaraan listrik.
Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Henry Mulyadi, menyatakan bahwa baterai lithium bukan sekadar komponen, melainkan bagian vital dalam perkembangan teknologi kendaraan listrik di masa depan. Penerapan teknologi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih baik bagi konsumen.
Program Pemerintah dan Kondisi Pasar Motor Listrik
Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto juga tengah gencar mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui program Motor Listrik Nasional (Molinas) yang diluncurkan pada Agustus 2026. Program ini menyediakan insentif berupa subsidi hingga Rp3 juta per unit motor listrik dengan total anggaran Rp3 triliun, bertujuan mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Langkah ini mendapat sorotan internasional, termasuk media asing Rideapart yang menyoroti kebijakan insentif uang tunai untuk menarik minat masyarakat membeli motor listrik di Indonesia.
Tantangan dan Peluang di Pasar Motor Listrik
Meski ada dukungan pemerintah, penjualan motor listrik di Indonesia masih menghadapi tantangan. Pada 2024, penjualan motor listrik sempat mencapai 77 ribu unit berkat subsidi, namun menurun 28% pada 2025 setelah kuota subsidi habis. Hingga Agustus 2026, penjualan motor listrik tercatat sekitar 25 ribu unit, jauh di bawah penjualan motor konvensional yang mencapai jutaan unit.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi, ketidakpastian subsidi dan layanan purna jual seperti garansi, transparansi kondisi baterai, dan nilai jual kembali menjadi faktor yang memengaruhi kepercayaan konsumen dan lembaga pembiayaan.
Risiko dan Pembiayaan Motor Listrik
Pembiayaan motor listrik melalui multifinance tumbuh 34,7% menjadi Rp24,60 triliun hingga Juni 2026. Namun, risiko terkait kualitas produk, nilai jual kembali, dan kebijakan pemerintah masih menjadi perhatian lembaga pembiayaan. Pasar motor listrik bekas yang belum matang dan belum ada standar penilaian kesehatan baterai mempersulit estimasi nilai kendaraan bekas.
Inisiatif Tukar Tambah Motor Bensin ke Motor Listrik
Pemerintah juga mengkaji skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik untuk mempermudah transisi masyarakat. Skema ini diharapkan memberikan nilai tukar pada motor bensin lama sehingga konsumen dapat menghitung selisih biaya secara transparan. Hal ini sekaligus menjadi instrumen pengurangan kendaraan berbahan bakar fosil secara bertahap.
Ketua Umum Aismoli menyatakan bahwa keberhasilan skema ini memerlukan pengelolaan agar kendaraan bensin lama tidak kembali beredar di pasar kendaraan bekas.
Dengan adopsi baterai lithium oleh United E-Motor serta dukungan program pemerintah, diharapkan pasar motor listrik di Indonesia dapat berkembang lebih pesat dan mendukung percepatan transisi energi nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













