Foto Trauma Akan Gempa Susulan, Warga Manggarai Timur Bertahan di Tenda Darurat
PlatMerah.com, Manggarai Timur – Warga Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, memilih bertahan di tenda darurat akibat trauma dan kekhawatiran terhadap gempa susulan yang terus melanda wilayah tersebut. Hingga hari kesembilan penanganan darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 161.084 jiwa terdampak gempa dan mengungsi.
Trauma dan Kekhawatiran Warga
Masyarakat di Manggarai Timur enggan kembali ke rumah masing-masing karena trauma yang mendalam dan rasa cemas terhadap kemungkinan gempa susulan. Data BNPB menunjukkan sudah terjadi hingga 5.688 kali gempa susulan sejak gempa utama, membuat warga merasa tidak aman untuk kembali ke pemukiman mereka.
Aktivitas di Posko Pengungsian
Sejumlah pengungsi beraktivitas di posko pengungsian yang terletak di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, Pota, Sambi Rampas. Posko ini menjadi salah satu lokasi utama penampungan sementara bagi warga terdampak gempa. Fasilitas darurat dan bantuan terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.
Penanganan Darurat dan Kondisi Terkini
BNPB bersama instansi terkait terus melakukan penanganan darurat untuk membantu warga yang terdampak. Selain menyediakan tenda darurat, kebutuhan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan menjadi prioritas utama di lokasi pengungsian. Pemerintah daerah juga mengimbau warga agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Konteks Gempa di Wilayah Manggarai Timur
Wilayah Manggarai Timur termasuk salah satu daerah rawan gempa di Nusa Tenggara Timur. Gempa susulan yang terus terjadi menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan dan rekonstruksi. Kondisi ini mempengaruhi psikologis warga hingga keputusan mereka untuk tetap tinggal di tempat pengungsian sementara waktu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













