Typhoon Noul Terpa Hong Kong: Ribuan Penumpang Terdampar, Hotel Siaga Bantu Wisatawan

Typhoon Noul Terpa Hong Kong: Ribuan Penumpang Terdampar, Hotel Siaga Bantu Wisatawan

Plat Merah – Hong Kong dilanda kekacauan akibat terjangan Typhoon Noul akhir pekan lalu. Badai dahsyat yang merupakan siklon tropis terkuat tahun ini melumpuhkan aktivitas di kota tersebut, menyebabkan lebih dari 350 penerbangan dibatalkan, layanan kereta api termasuk High Speed Rail ke China dihentikan, dan berbagai objek wisata ditutup. Meskipun Typhoon Noul telah mereda menjadi depresi tropis pada Senin pagi, dampaknya masih terasa hingga kini dengan sejumlah penumpang masih terdampar di Bandara Internasional Hong Kong.

Menurut Otoritas Bandara Hong Kong, operasional bandara telah kembali normal dan diperkirakan akan menangani 900 penerbangan sepanjang hari Senin. Namun, setidaknya selusin penerbangan keberangkatan masih mengalami penundaan. Banyak penumpang yang menghabiskan malam di kursi bandara menunggu maskapai mengatasi tunggakan akibat pembatalan hari sebelumnya. Maskapai penerbangan kini tengah mempertimbangkan faktor seperti kapasitas armada dan kru, ketersediaan slot waktu di bandara tujuan, serta preferensi pelanggan dalam menangani pengaturan pasca-badai.

Sementara itu, hotel-hotel di Hong Kong menunjukkan ketangguhan luar biasa. The Fullerton Ocean Park Hotel Hong Kong, yang kaca pintu lobinya hancur akibat topan super September lalu, kini tetap utuh meskipun mengalami gangguan pemesanan akibat pembatalan penerbangan. General Manager Christina Cheng menegaskan bahwa keselamatan tamu adalah prioritas utama. Pihak hotel memberikan fleksibilitas berupa perpanjangan masa inap dan membantu tamu menyesuaikan rencana perjalanan. Hal serupa dilakukan The Hari Hong Kong yang menawarkan perubahan tanggal dan penundaan pemesanan. Regal Hotels Group, dengan dua hotel terhubung bandara, memfasilitasi transfer cepat bagi penumpang yang terdampar tanpa prosedur check-in yang panjang.

Di luar Hong Kong, Typhoon Noul juga berdampak besar di China daratan. Provinsi Guangdong mengevakuasi sekitar 900.000 orang sebelum badai melanda. Jalan tol dan layanan kereta api ke Beijing, Hong Kong, dan Jiangxi kini berangsur pulih. Di Provinsi Hunan, hujan deras dan angin kencang melanda 19 kecamatan. Lebih dari 44.300 orang di Kota Chenzhou telah direlokasi. Badan Meteorologi Hunan mempertahankan tanggap darurat Level III karena sirkulasi sisa badai masih mengintai, meningkatkan risiko hujan deras lokal dan cuaca konvektif parah di daerah pegunungan.

Typhoon Noul juga menjadi bagian dari rangkaian cuaca ekstrem yang melanda Asia. Dari Afghanistan hingga Taiwan, hujan deras dan banjir bandang telah menewaskan puluhan orang dan menghancurkan ribuan rumah. Di Bangladesh, curah hujan mencapai rekor 412,3 mm dalam 24 jam, menyebabkan banjir yang merendam rumah-rumah dan menghancurkan ladang. Di Afghanistan, sedikitnya 31 orang tewas dan ratusan hilang akibat banjir bandang. Fenomena ini semakin menegaskan dampak menghancurkan dari perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem lebih sering dan lebih intens.

Meskipun Typhoon Noul telah melemah, kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah setempat terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Bagi para pelancong, penting untuk selalu memantau informasi terkini dari otoritas setempat dan maskapai penerbangan. Pengalaman menghadapi Typhoon Noul di Hong Kong menunjukkan bahwa kesiapsiagaan dan respons cepat dari berbagai pihak dapat meminimalkan dampak buruk, namun perubahan iklim menuntut adaptasi yang lebih besar ke depannya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup