Trump Klaim AS Berhak Ambil Semua Cadangan Mineral Ukraina
PlatMerah.com, Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa AS berhak atas seluruh cadangan mineral Ukraina sebagai imbalan atas bantuan yang telah diberikan. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan Financial Times pada Kamis (30/7/2026), menegaskan sikap Washington yang menginginkan akses penuh terhadap sumber daya alam Ukraina.
Pernyataan Trump muncul di tengah dinamika hubungan AS-Ukraina yang sedang membaik. Sebelumnya, Trump juga sempat mengubah sikapnya terkait izin produksi rudal Patriot di Ukraina, yang menjadi sorotan dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih pada Selasa (28/7/2026).
Klaim Trump atas Mineral Ukraina
Trump menegaskan bahwa AS telah memberikan dukungan militer dan finansial yang besar kepada Ukraina, sehingga wajar jika AS mendapatkan kompensasi berupa cadangan mineral strategis. “Kami berhak atas semua mineral Ukraina,” ujarnya, tanpa merinci jenis mineral yang dimaksud.
Ukraina dikenal memiliki cadangan besar berbagai mineral penting, termasuk lithium, titanium, dan uranium, yang menjadi krusial bagi industri teknologi dan pertahanan global. Namun, klaim Trump ini belum direspons resmi oleh pemerintah Ukraina.
Konteks Hubungan AS-Ukraina
Pernyataan Trump ini muncul setelah dua pekan yang dinamis dalam hubungan bilateral. Pada KTT NATO di Turkiye awal Juli, Trump sempat menyetujui pemberian lisensi produksi rudal Patriot kepada Ukraina. Namun, dalam wawancara terbaru, ia mengaku ragu dan mengatakan pemerintahannya masih mempertimbangkan permintaan tersebut.
Di sisi lain, Zelensky dijadwalkan bertemu Trump di Washington pada 28 Juli 2026, dengan agenda utama menghidupkan kembali perundingan damai dengan Rusia dan meningkatkan bantuan persenjataan, khususnya sistem pertahanan udara. Pertemuan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat hubungan kedua pemimpin yang sempat tegang.
Implikasi bagi Ukraina
Klaim Trump atas mineral Ukraina dapat menjadi isu sensitif dalam negosiasi bilateral. Ukraina selama ini mengandalkan dukungan Barat untuk bertahan dari agresi Rusia, namun kedaulatan atas sumber daya alamnya tetap menjadi prioritas nasional.
Para analis memperkirakan bahwa pembahasan mengenai mineral akan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan Zelensky-Trump. Namun, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ukraina mengenai tuntutan Trump tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, baik Gedung Putih maupun kantor kepresidenan Ukraina belum memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai rincian klaim tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













