Viral Nakes Merundung Pasien, Psikolog: Setiap Unggahan Mencerminkan Karakter

Viral Nakes Merundung Pasien, Psikolog: Setiap Unggahan Mencerminkan Karakter

PlatMerah.com – Viral unggahan yang menunjukkan tenaga kesehatan (nakes) diduga merundung pasien BPJS Kesehatan terkait lamanya waktu menunggu kamar rawat inap hingga pasien meninggal dunia pada 31 Juli 2026, memicu perhatian luas. Psikolog klinis dan Direktur Personal Growth, Ratih Ibrahim, menekankan bahwa setiap perilaku di media sosial mencerminkan karakter, nilai, dan integritas seseorang.

Perilaku Tenaga Kesehatan di Media Sosial

Ratih Ibrahim mengingatkan bahwa media sosial merupakan ruang berekspresi, namun bukan ruang tanpa tanggung jawab. Terlebih bagi tenaga kesehatan, menjaga kepercayaan masyarakat adalah bagian krusial dari profesi mereka. Etika profesional tidak berhenti saat jam kerja selesai, tetapi harus terus tercermin dalam perilaku digital.

Menurut Ratih, menjaga empati, menghormati martabat pasien, serta menjaga kerahasiaan dan profesionalisme adalah fondasi yang wajib dipertahankan oleh seluruh tenaga kesehatan, termasuk saat berinteraksi di media sosial.

Pesan untuk Pengguna Media Sosial

Ratih juga mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sisi kemanusiaan di balik setiap akun media sosial. Setiap individu yang mengunggah atau berkomentar memiliki perasaan dan martabat yang harus dihormati.

Ia menyarankan untuk mempertimbangkan tiga hal sebelum mengunggah atau berkomentar, yaitu:

  • Memastikan informasi yang disampaikan benar;
  • Mempertimbangkan apakah informasi tersebut perlu disampaikan;
  • Memastikan cara penyampaian tetap menghormati orang lain.

Jika ketiga pertanyaan tersebut belum dapat dijawab dengan yakin, sebaiknya menahan diri untuk tidak mengunggah atau berkomentar agar terhindar dari dampak negatif.

Konteks dan Pentingnya Kepercayaan

Kasus viral ini menjadi pengingat pentingnya etika dan tanggung jawab tenaga kesehatan, terutama ketika menghadapi tekanan pekerjaan dan situasi emosional. Kepercayaan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan dan profesionalisme di bidang ini.

Kejadian tersebut juga menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan dan pasien atau keluarganya, serta perlunya media sosial digunakan dengan bijak untuk menjaga reputasi dan integritas profesi kesehatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup