Menkes Pastikan Stok Obat untuk Korban Gempa NTT Cukup dengan Distribusi dari Bali dan Makassar
PlatMerah.com, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan stok obat-obatan untuk penanganan korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mencukupi. Pemerintah juga menyiapkan distribusi obat dari wilayah yang lebih dekat, yakni Bali dan Makassar, guna mempercepat pemenuhan kebutuhan medis di lokasi terdampak.
Stok Obat dan Distribusi
Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sebagian obat-obatan sudah dikirim sejak malam hari dan kebutuhan obat akan terus dipetakan melalui Health Emergency Operation Center yang telah dibentuk pemerintah. Tim tersebut akan mengidentifikasi kebutuhan obat di masing-masing daerah terdampak dan mengirimkan suplai tambahan sesuai kebutuhan.
Distribusi obat tidak harus berasal dari Jakarta; pemerintah memanfaatkan wilayah yang lebih dekat seperti Bali dan Makassar untuk mempersingkat waktu pengiriman dan memastikan penanganan cepat bagi korban gempa.
Penyiapan Tenaga Medis Tambahan
Kementerian Kesehatan juga menyiapkan tenaga kesehatan tambahan untuk mengantisipasi kebutuhan di lapangan. Meskipun jumlah tenaga kesehatan yang terdaftar di NTT dinilai cukup, pemerintah mengirimkan Emergency Medical Team untuk memastikan kebutuhan medis di setiap wilayah dapat terpenuhi, terutama karena gempa dapat berdampak pada tenaga medis lokal.
Tim medis ini bertugas memetakan kebutuhan tenaga medis, terutama dokter bedah dan ortopedi yang sangat dibutuhkan pada minggu pertama pascagempa karena banyak korban mengalami trauma fisik seperti patah tulang.
Perhatian Khusus pada Kondisi Pasien
- Ibu hamil dengan komplikasi
- Korban patah tulang
- Pasien yang memerlukan cuci darah
Kondisi-kondisi ini menjadi prioritas bagi tim medis dalam memberikan perawatan yang tepat dan cepat.
Kronologi dan Dampak Gempa
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah terkait dampak gempa tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal dunia tersebar di beberapa kabupaten seperti Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ngada, dan Ende, dengan total korban jiwa yang terus diperbarui seiring proses evakuasi dan penanganan berlangsung.
Upaya Pemerintah dan Penanganan Lanjutan
Pemerintah terus melakukan evakuasi, memberikan perawatan medis, dan mengirimkan bantuan sesuai kebutuhan prioritas. Penanganan cepat dan koordinasi distribusi obat serta tenaga medis menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana bagi warga terdampak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













