Cerita Prilly Latuconsina Rasakan Pengalaman Spiritual Ikut Kirab Malam Satu Suro di Mangkunegaran

Cerita Prilly Latuconsina Rasakan Pengalaman Spiritual Ikut Kirab Malam Satu Suro di Mangkunegaran

Plat Merah – Cerita Prilly Latuconsina rasakan pengalaman spiritual ikut kirab malam satu suro di Mangkunegaran, Solo, menjadi sorotan publik. Artis berdarah Ambon-Sunda ini mendapat undangan langsung dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X atau Gusti Bhre untuk mengikuti prosesi sakral tersebut. Meski bukan berasal dari keluarga Jawa, Prilly mengaku sangat antusias belajar adat baru dan merasakan ketenangan batin yang mendalam.

Dalam wawancara di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026), Prilly menceritakan pengalamannya mengikuti Kirab Pusaka Malam Satu Suro. Ia harus berjalan kaki sejauh sekitar 5 kilometer tanpa alas kaki, tanpa berbicara, dan tanpa menyentuh ponsel. “Ternyata kirab itu beneran diam, nggak ada yang bicara, nggak boleh ada yang pegang handphone, diam. Kita jalan 5 kilo tanpa alas kaki,” ungkap Prilly. Ia mengaku kaget melihat warga Solo kompak menjaga ketenangan di sepanjang jalur kirab.

Cerita Prilly Latuconsina rasakan pengalaman spiritual ikut kirab malam satu suro semakin terasa ketika ia menyebut ritual tersebut seperti meditasi berjalan. “Itu menurut aku apa ya, meditasi yang bagus juga sih. Aku ngerasa kayak menjalani meditasi yang habis itu tuh kayak lega,” katanya. Meski kakinya sempat kepanasan, ia memahami bahwa prosesi itu bertujuan untuk merefleksikan diri, menjadi lebih teduh dan membumi.

Prilly tampil anggun dalam balutan kebaya hitam dengan kain batik cokelat dan rambut disanggul. Ia merasa terhormat mendapat undangan langsung dari Gusti Bhre, yang ia kenal sebagai raja muda kekinian dengan visi misi luar biasa. “Pastilah senang banget. Ya senang banget ya, karena sebenarnya sebelumnya sudah pernah ketemu sama Kanjeng Gusti Bhre di acara lain,” ujarnya.

Cerita Prilly Latuconsina rasakan pengalaman spiritual ikut kirab malam satu suro menjadi bukti bahwa tradisi Jawa mampu menyentuh siapa pun, tanpa memandang latar belakang. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan budayanya, tetapi juga memberikan ketenangan jiwa yang langka di tengah kesibukan dunia hiburan. Prilly berharap bisa kembali mengikuti acara serupa di masa mendatang.

Kesimpulannya, partisipasi Prilly Latuconsina dalam Kirab Malam Satu Suro di Mangkunegaran menunjukkan bahwa tradisi leluhur masih relevan dan mampu memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi generasi muda, termasuk mereka yang bukan berasal dari budaya Jawa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup