Rakenas PKPS I, Zen Datuak Rang Batuah Kobarkan Semangat Perantau Membangun Nagari
Latar Belakang dan Signifikansi Rakenas PKPS I
Plat Merah – Perayaan Rakernas (Rapat Kerja Nasional) I Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) pada 8 Juli 2026 di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi momentum penting bagi komunitas perantau. Acara ini tidak sekadar forum organisasi, tetapi juga simbol kekuatan bersama untuk membangun daerah asal. Dengan tema ‘Sinergi Membangun Nagari, Merajut Persatuan di Perantauan’, Rakenas I menegaskan peran strategis perantau dalam memajukan kampung halaman.
Kiprah Zen Datuak Rang Batuah: Ajakan Persatuan dan Sinergi
Wakapolres Pesisir Selatan, Kompol Syafrizen (a.k.a. Zen Datuak Rang Batuah), menjadi sorotan utama dalam acara ini. Dengan memakai pantun Minangkabau tradisional, ia membuka sesi pemaparan dengan pantun berikut:
Berikut pantun pembukaan:
“Pantun Minang…”
(Selengkapnya disampaikan langsung oleh Zen Datuak Rang Batuah)
Zen menekankan tiga aspek utama: persatuan, silaturahmi, dan sinergi antara perantau dan kampung halaman. Ia mengingatkan bahwa perantau bukan sekadar orang yang tinggal di luar daerah asal, tetapi bagian integral dari jaringan perekonomian, pendidikan, dan sosial di daerah asal.
Kehadiran Tokoh dan Struktur Acara
Rakenas I dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk:
- Bupati Pesisir Selatan, Dr. Hendrajoni
- Ketua Umum PKPS Pusat, Adi Karsyaf, SH., MH
- Unsur Forkopimda setempat
- Niniak mamak, alim ulama, bundo kanduang
- Perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia
Acara ini juga dilengkapi penyusunan program kerja yang mencakup bidang:
- Pembangunan ekonomi kerakyatan
- Pelestarian budaya Minangkabau
- Penguatan sistem pendidikan daerah
- Peningkatan kesejahteraan masyarakat
Kronologi Kunci dalam Sesi Sambutan
| Waktu | Topik | Pemateri |
|---|---|---|
| 09.00-10.30 | Kebijakan Nasional Perantau | Adi Karsyaf |
| 10.30-12.00 | Peran Polri dalam Sinergi | Zen Datuak Rang Batuah |
| 13.00-14.30 | Kemitraan Pemerintah dan Masyarakat | Hendrajoni |
Analisis Dampak dan Implikasi
Rakenas I memiliki implikasi jangka panjang, terutama dalam:
- Perekonomian Lokal: Perantau diberdayakan untuk berinvestasi di sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM.
- Pembangunan Sosial: Program pendidikan beasiswa dan pelatihan keterampilan untuk pemuda.
- Pelestarian Budaya: Inisiatif digitalisasi adat dan seni tradisional Minangkabau.
Zen Datuak Rang Batuah menegaskan bahwa nilai “Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” harus menjadi fondasi setiap inisiatif. “Perantau jangan hanya membawa uang, tapi juga ide dan kearifan lokal,” ujarnya.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Beberapa tantangan yang ditekankan Zen meliputi:
- Fenomena deindustrialisasi yang memaksa inovasi ekonomi kreatif.
- Isu hoaks dan disinformasi yang bisa memecah belah komunitas.
- Kesenjangan infrastruktur antara kota dan desa.
Meski begitu, peluang besar terbuka melalui:
- Pengembangan ekonomi kolaboratif antara perantau dan kampung halaman.
- Pendanaan dari investor asing yang tertarik pada kekayaan budaya Pesisir Selatan.
- Kolaborasi antara PKPS dan pemerintah daerah untuk pengembangan infrastruktur.
Acara ditutup dengan pantun penuturan dari Zen Datuak Rang Batuah, yang mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat “barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang”. Pesan ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi pedoman hidup bagi perantau yang peduli akan nagari.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













