Prabowo Perintahkan PT KAI dan Kemenhub Bangun Jalur KA Trans Sumatra dan Trans Kalimantan

Prabowo Perintahkan PT KAI dan Kemenhub Bangun Jalur KA Trans Sumatra dan Trans Kalimantan

Presiden Prabowo Subianto Resmikan Renovasi Stasiun Semarang Tawang dan Perintahkan Pembangunan Jalur Kereta Trans Sumatra serta Trans Kalimantan

PlatMerah.com, Semarang – Presiden Prabowo Subianto meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang pada Kamis, 30 Juli 2026. Renovasi tersebut dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari, terhitung sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memerintahkan PT KAI bersama Kementerian Perhubungan untuk menggarap pembangunan jalur kereta Trans Sumatra dan melanjutkan proyek Trans Kalimantan. “Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai,” ujar Presiden.

Langkah ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk memperkuat konektivitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa. Dengan dibangunnya jalur kereta api di Sumatra dan Kalimantan, mobilitas barang dan penumpang diharapkan meningkat secara signifikan, mengurangi biaya logistik, dan membuka akses ke daerah-daerah terpencil.

Target Pembangunan Jalur Kereta Trans Sumatra

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan jalur kereta Trans Sumatra akan menghubungkan wilayah paling selatan, Bakauheni, hingga ke ujung utara Pulau Sumatra. Proyek ini menjadi prioritas nasional yang harus diwujudkan oleh PT KAI dan Kementerian Perhubungan. Kepala Negara secara langsung meminta konfirmasi kesiapan kepada Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Keduanya menyatakan siap menjalankan tugas tersebut. “Bisa, KAI? Menteri Perhubungan? Kita kasih dia. Tugas harus dikasih yang berat, jangan kasih yang ringan-ringan,” kata Prabowo, disambut pernyataan siap dari kedua pejabat.

Pentingnya Cakrawala Besar dalam Pembangunan

Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar harus memiliki cita-cita besar dalam membangun berbagai sektor, termasuk transportasi perkeretaapian. Ia meminta seluruh pejabat, petugas, dan pemimpin untuk memiliki cara berpikir besar dan tidak sempit dalam merancang pembangunan. “Gantungkan cita-cita kita setinggi langit. Itu kata-kata Presiden kita yang pertama. Kalau nggak sampai ke langit, minimal kita jatuh di antara bintang-bintang,” ujarnya.

Presiden juga menyampaikan harapannya agar perkeretaapian Indonesia berkembang pesat dan menjangkau wilayah yang lebih luas, seiring dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang kuat dan makmur, sehingga harus mampu membuktikan optimisme dalam menghadapi masa depan tanpa melupakan sejarah sebagai bagian penting dari jati diri bangsa. “Sejarah penting bagi kita, bagi kepribadian kita, bagi masa depan kita. Terima kasih. Selamat bertugas,” tutup Presiden.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup