José María Giménez Gantung Masa Depan di Atlético Madrid: Tertarik ke Fenerbahçe?
Plat Merah – José María Giménez, bek tengah andalan Uruguay dan Atlético Madrid, menggantung masa depannya di klub ibukota Spanyol tersebut. Dalam pernyataan terbarunya, pemain berusia 31 tahun itu mengakui bahwa ia belum berbicara secara formal dengan pihak klub mengenai kontraknya yang masih tersisa hingga 2028. Namun, ia membuka pintu untuk pergi jika ada tawaran yang sesuai.
“Saya masih memiliki dua tahun kontrak dengan Atleti, saya belum berbicara secara formal dengan klub. Apa pun yang mereka putuskan, saya akan mendengarkan. Jika saya harus mengambil keputusan, saya akan sampaikan terlebih dahulu kepada keluarga dan kemudian kepada kalian,” ujar José María Giménez kepada awak media saat tengah membela Uruguay di Piala Dunia.
Ketidakpuasan José María Giménez muncul akibat sering dicadangkan di laga-laga penting, seperti melawan Tottenham Hotspur dan Real Madrid musim lalu. Situasi ini membuatnya mempertimbangkan langkah hengkang setelah lebih dari satu dekade membela Los Colchoneros. Sejak bergabung pada 2013, José María Giménez telah mencatatkan 382 penampilan, mencetak 14 gol, dan memberikan 13 assist.
Menurut sumber internal, Atlético Madrid tidak akan menghalangi kepergian José María Giménez sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya. Klub disebut hanya meminta mahar sekitar 10 juta euro untuk melepas sang pemain. Angka ini terbilang murah mengingat pengalaman dan kualitas yang dimiliki José María Giménez.
Di sisi lain, Fenerbahçe muncul sebagai peminat serius. Klub raksasa Turki itu telah menghubungi rekan senegara José María Giménez, Diego Lugano, yang pernah bermain untuk Fenerbahçe antara 2006 hingga 2011, untuk menjadi perantara. Rencananya, José María Giménez akan dipasangkan dengan Milan Skriniar di lini belakang Fenerbahçe jika transfer terwujud.
Sementara itu, kabar dari kamp latihan Uruguay menyebutkan bahwa José María Giménez absen dari sesi latihan jelang debut Piala Dunia. Bersama Ronald Araújo, ia tidak mengikuti latihan pada 11 Juni 2026, meski belum diketahui penyebab pastinya. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya mengenai kebugarannya untuk laga pertama.
Kepergian José María Giménez akan menjadi kehilangan besar bagi Atlético Madrid. Namun, dengan usianya yang sudah tidak muda lagi, langkah ini mungkin menjadi pilihan terbaik bagi kedua belah pihak. Fenerbahçe sendiri tengah gencar membangun skuad kompetitif untuk merebut gelar Super Lig dan berprestasi di Eropa.
Kesimpulannya, masa depan José María Giménez masih belum jelas. Apakah ia akan bertahan di Atlético Madrid atau memulai petualangan baru di Turki? Keputusan akhir ada di tangan pemain dan klub. Yang pasti, nama José María Giménez akan terus menjadi sorotan hingga jendela transfer ditutup.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










