Kinerja Buruk Aleksandar Pavlović Ancam Lini Tengah Jerman Jelang Babak Gugur Piala Dunia 2026
Plat Merah – Timnas Jerman berhasil melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah memuncaki Grup E, namun performa buruk yang ditunjukkan oleh gelandang bertahan Aleksandar Pavlović menjadi sorotan tajam. Dalam laga pamungkas grup melawan Ekuador, Pavlović kembali tampil lamban dan kurang bersemangat, sehingga ditarik keluar saat jeda babak pertama. Kekalahan 1-2 dari Ekuador menjadi wake-up call bagi Julian Nagelsmann untuk segera membenahi lini tengah yang rapuh.
Aleksandar Pavlović, yang diandalkan sebagai gelandang bertahan, justru menjadi titik lemah Jerman. Sepanjang turnamen, ia tampil di bawah standar, lamban dalam distribusi bola, dan sering kehilangan posisi. Legenda Jerman Lothar Matthäus bahkan secara terbuka meminta Nagelsmann untuk mengubah rencana, dengan mengatakan “Keluarkan dia dari sana!” merujuk pada Pavlović yang dinilai tidak layak menjadi starter. Performa Pavlović yang mengecewakan ini kontras dengan harapan tinggi yang digantungkan padanya sebagai penerus lini tengah Jerman.
Masalah Jerman tidak hanya pada Aleksandar Pavlović. Felix Nmecha, yang tampil solid sebelumnya, justru melakukan kesalahan fatal yang menyebabkan gol penyama kedudukan Ekuador di babak pertama. Sementara itu, Joshua Kimmich yang ditempatkan sebagai bek kanan dinilai tidak memberikan pengaruh maksimal. Matthäus menilai Kimmich akan lebih efektif jika kembali ke posisi aslinya sebagai gelandang tengah, namun Nagelsmann enggan merotasi karena tidak memiliki bek kanan murni dalam skuad.
Pelatih Julian Nagelsmann tetap membela keputusan taktisnya, meskipun mengakui tim perlu belajar dari kekalahan ini. “Kami harus lebih tenang dan lebih aktif dalam situasi tertentu,” ujarnya. Nagelsmann juga menyebut bahwa ia tidak ingin kehilangan Pavlović maupun Nmecha, namun performa Pavlović yang buruk membuat posisinya terancam. Dengan absennya bek tengah Nico Schlotterbeck karena cedera, pertahanan Jerman semakin rentan.
Jerman akan menghadapi salah satu tim peringkat ketiga terbaik di babak 32 besar pada Senin mendatang di Boston. Kapten Joshua Kimmich menegaskan tim tidak boleh lengah: “Kami tidak bisa terus kebobolan satu atau dua gol setiap pertandingan. Kami harus meminimalkan tingkat kehilangan bola.” Sementara itu, Aleksandar Pavlović harus segera bangkit jika ingin mempertahankan tempatnya di starting XI. Jika tidak, Nagelsmann mungkin terpaksa melakukan perubahan besar.
Kesimpulannya, meskipun Jerman lolos sebagai juara grup, kekalahan dari Ekuador memperlihatkan kelemahan fatal di lini tengah yang diperkuat Aleksandar Pavlović. Tanpa perbaikan segera, langkah Jerman di babak gugur bisa terhenti lebih awal. Fokus kini tertuju pada keputusan Nagelsmann: apakah ia akan tetap mempertahankan Pavlović atau melakukan rotasi demi soliditas tim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











