Inovasi Perban Berbahan Kombucha Karya Siswi SMA di Jakarta Tembus Konferensi Internasional

Inovasi Perban Berbahan Kombucha Karya Siswi SMA di Jakarta Tembus Konferensi Internasional

Plat Merah – Perban berbahan kombucha antar siswa SMA di Jakarta tampil di konferensi internasional menjadi sorotan dunia pendidikan. Kayla, siswi Binus School Simprug, berhasil mempresentasikan risetnya tentang perban berbahan dasar SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) dari fermentasi kombucha di The NorthCap University, India. Inovasi ini dinilai sebagai alternatif bahan pembalut luka yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Makalah berjudul “Chitosan-Guar Gum Coated SCOBY Bacterial Cellulose As A Potential Material For Sustainable Wound Dressing” telah dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Sciences. Prestasi ini juga mengantarkan Kayla meraih Global Youth Action Fund Grant senilai 2.500 dolar AS, hibah kompetitif bagi anak muda dengan gagasan layak diwujudkan.

Perban berbahan kombucha antar siswa SMA di Jakarta tampil di konferensi internasional bukan hanya sekadar proyek ilmiah. Kayla telah menunjukkan konsistensi dalam mendalami minatnya sejak dini. Ia juga aktif sebagai Presiden OSIS, Deputy Secretary-General Model United Nations, dan Director di Summit of Talented Young Leaders. Prestasi akademiknya gemilang: medali emas dan perak dari World Scholar’s Cup, medali dari World Mathematics Invitational, Singapore and Asian Schools Math Olympiad, American Math Olympiad, hingga penghargaan esai dari Oxbright di kategori Biologi. Ia juga tercatat sebagai Top Scorer Indonesia dalam ICAS English dan meraih Distinction di ICAS Science.

“Saya lebih banyak fokus pada kompetisi akademis, tetapi di sini saya juga dapat mengeksplor lebih banyak bidang disiplin lain di luar akademis, seperti Singing Club atau tarian tradisional. Selama 15 tahun dari TK, SD, SMP, hingga SMA, saya didorong untuk berkembang secara holistik,” ungkap Kayla.

Perban berbahan kombucha antar siswa SMA di Jakarta tampil di konferensi internasional ini mencerminkan ekosistem pendidikan yang mendukung. Kepala Sekolah Binus School Simprug, Isaac Koh, menjelaskan bahwa 90 persen lulusan angkatan 2026 diterima di perguruan tinggi luar negeri, tersebar ke Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Belanda, Singapura, dan negara lainnya. Sekolah menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) secara penuh dari Early Years hingga IB Diploma Programme, yang diakui lebih dari 2.000 universitas di dunia.

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang perlu dipupuk dengan lingkungan belajar yang tepat. Dengan kurikulum IB dan Journeys Programme, kami mempersiapkan mereka untuk berkembang di universitas terbaik,” ujar Isaac.

Keberhasilan Kayla membuktikan bahwa inovasi anak muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Perban berbahan kombucha antar siswa SMA di Jakarta tampil di konferensi internasional menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup