Alasan Siswa SMK Kirim Surat Terbuka ke Prabowo: Tolak Program MBG & Akui Diintimidasi Oknum SPPG

Alasan Siswa SMK Kirim Surat Terbuka ke Prabowo: Tolak Program MBG & Akui Diintimidasi Oknum SPPG

Plat Merah – Muhammad Rafif Arya Maulidi, siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah mengirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam suratnya, ia secara tegas menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi dirinya sendiri dan mengaku telah diintimidasi oleh oknum pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Rafif menyampaikan penolakannya saat menjadi saksi dalam sidang pengujian Undang-Undang APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa keprihatinannya terhadap kesejahteraan guru honorer menjadi alasan utama. Menurut perhitungannya, alokasi dana MBG untuk dirinya hingga lulus mencapai lebih dari enam juta rupiah, yang ia harapkan dapat dialihkan untuk meningkatkan penghasilan guru honorer.

Sejak program MBG digulirkan, Rafif mengaku tidak pernah menyantap makanan dari program tersebut. Ia juga mengaku mengalami intimidasi melalui akun Instagram pribadinya yang dilakukan oleh seseorang yang disebutnya sebagai pegawai SPPG. Atas kejadian itu, ia mendapat perlindungan dari Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin.

Sikap Rafif mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Massa mahasiswa di Malang juga menggelar demo menolak MBG dan program prioritas lainnya, dengan alasan anggaran yang besar dinilai tidak jelas dan membebani APBN. Sementara itu, pengamat menilai program MBG perlu dievaluasi agar tepat sasaran dan tidak mengorbankan sektor pendidikan.

Rafif berharap pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan guru honorer dan tidak memotong alokasi dana pendidikan untuk program MBG. Ia tetap konsisten dengan sikapnya dan siap menerima konsekuensi atas pendiriannya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup