Deddy Sitorus Klarifikasi 6 Poin, Jawab KWP soal Sebut Wartawan Sirkus
PlatMerah.com, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, menyampaikan klarifikasi resmi terkait pernyataan sikap Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) yang menilai ucapannya menghina profesi wartawan. Dalam keterangan tertulisnya, Deddy membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa ucapannya merujuk pada situasi ruang rapat, bukan kepada insan pers.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul pernyataan KWP yang menilai ucapan Deddy saat rapat Komisi II DPR dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) telah mencederai hubungan baik antara lembaga legislatif dan insan pers.
Enam Poin Klarifikasi Deddy Sitorus
Dalam keterangan tertulisnya, Deddy Sitorus menyampaikan enam poin klarifikasi sebagai berikut:
- Menghormati profesi wartawan – Deddy menyatakan menghormati profesi wartawan sebagai salah satu pilar penting demokrasi. Ia juga menyayangkan tuduhan yang menurutnya disampaikan tanpa konfirmasi atau klarifikasi terlebih dahulu.
- Ucapan merujuk pada situasi rapat – Deddy menegaskan bahwa pernyataannya, “Pimpinan, mohon ruangan ditertibkan, banyak sekali yang berdiri di sini, padahal ada ruangan balkon di atas. Sudah seperti sirkus kita ini,” merujuk pada kondisi ruang rapat yang dipenuhi orang-orang yang berdiri dan bergerombol, bukan ditujukan kepada wartawan maupun kelompok tertentu. Ia menyebut hal ini dapat dibuktikan melalui rekaman video rapat dan keterangan peserta rapat.
- Tidak menghalangi peliputan – Deddy menegaskan tidak pernah menghalangi wartawan menjalankan tugas jurnalistik. Rapat Komisi II bersama pemerintah merupakan rapat terbuka yang dapat dihadiri wartawan dan masyarakat.
- Meminta informasi diverifikasi – Ia berharap informasi yang disampaikan kepada publik didasarkan pada fakta yang telah diverifikasi serta didahului upaya konfirmasi kepada pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
- Meminta informasi yang keliru diluruskan – Deddy mengatakan apabila terdapat kekeliruan dalam penyampaian informasi mengenai peristiwa tersebut, ia berharap hal itu dapat diluruskan sebagai bentuk tanggung jawab bersama menjaga akurasi informasi.
- Berharap hubungan DPR dan insan pers tetap baik – Deddy menegaskan menghargai kerja jurnalistik dan berharap hubungan antara anggota DPR dan insan pers tetap terjaga. Menurutnya, perbedaan pandangan maupun kesalahpahaman semestinya diselesaikan melalui komunikasi yang baik dengan tetap menjunjung etika, profesionalisme, serta prinsip jurnalistik yang mengedepankan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan.
Kronologi Kejadian
Peristiwa itu terjadi saat Komisi II DPR menggelar rapat bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Apkasi. Saat rapat berlangsung, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memasuki ruang rapat. Pintu ruang rapat yang semula tertutup kemudian dibuka dan sejumlah wartawan masuk untuk mengambil gambar. KWP menilai ucapan Deddy menghina dan merendahkan martabat wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Penegasan Deddy Sitorus
Deddy Sitorus menegaskan tidak pernah berniat merendahkan profesi wartawan. “Apabila terdapat keraguan terhadap informasi yang saya sampaikan, saya menyatakan siap memberikan klarifikasi melalui Dewan Pers. Namun, saya menegaskan bahwa tidak pernah ada niat ataupun kata-kata dari saya yang dapat diasumsikan sebagai bentuk merendahkan atau menghina profesi wartawan,” katanya.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman dan menjaga hubungan baik antara DPR dan insan pers di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












